"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus"
2 Timotius 2:3
Menjadi pengikut Kristus merupakan panggilan yang sangat mulia karena kita tidak hanya diangkat sebagai anak-anak Allah, seperti tertulis: "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus." (Galatia 3:26), tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit-prajuritNya. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa setiap orang percaya sedang diperhadapkan dengan peperangan rohani yaitu berperang melawan "..pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:12).
Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjadi seorang prajurit yang tangguh supaya kita dapat melawan dan mematahkan segala tipu muslihat iblis.
Ketahuilah bahwa iblis selalu menjalankan taktik liciknya dengan berbagai macam cara untuk menjatuhkan iman anak-anak Tuhan. Jika kita tidak melawannya, kita akan terseret dan termakan oleh bujuk rayu iblis. Rasul Petrus menasihatkan, "lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." (1 Petrus 5:9).
Memang untuk menjadi prajurit yang benar-benar tangguh di akhir zaman tidaklah mudah, ada harga yang harus kita bayar:
1. Ikutlah menderita ~ Endure Hardship artinya bertahan dalam kehidupan yang berat, bertahan dalam kehidupan yang tidak nyaman. Orang Kristen harus dapat bertahan dalam masa-masa yang berat, yang sulit, harus siap menderita. Jemaat harus bangkit, bangun dan dilatih menjadi prajuritnya Tuhan.
2. Fokus kepada Tuhan sepenuhnya.
Dikatakan, "Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." (2 Timotius 2:4). Seorang prajurit yang masih harus terus disibukkan dengan urusan pribadi dan mengesampingkan perkara-perkara rohani tidak akan berkenan kepada Tuhan. Banyak orang Kristen yang tidak lagi mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Jam-jam doanya berkurang, tidak lagi tekun membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan mulai malas beribadah dengan alasan capai atau sibuk bekerja. Sangatlah berbahaya bila seorang prajurit telah kehilangan fokus saat berperang meski itu hanya sesaat saja karena ia bisa kehilangan nyawanya.
Tuhan adalah komandan kita, dan sebagai prajurit kita harus taat kepadaNya.
Apapun yang diperintahkan komandan kita harus kerjakan dengan sepenuh hati
tanpa ada perbantahan.
No comments:
Post a Comment