Friday, December 30, 2011

TAHUN 2012 : TAHUN PERTOBATAN, PEMULIHAN DAN TRANSFORMASI


Shalom Jemaat NBCC yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, SELAMAT TAHUN BARU 2012, masukilah tahun ini dengan penuh antusias dan kepastian bersama Tuhan Yesus yang selalu memberikan kita rencana yang indah dan penuh damai sejahtera. Tantangan dan masalah boleh menghampiri kita tetapi satu hal perlu kita yakini pertolonganNya selalu nyata bagi kita.


Bacaan LUKAS 1:16-17.
Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi  Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.


Memasuki  tahun yang baru ini banyak hal yang Tuhan mau kerjakan melalui hidup kita. Ada perkara-perkara yang besar dan dahsyat yang melampaui akal pikiran kita, itulah yang sedang Tuhan kerjakan di atas Bangsa kita melalui GerejaNya, oleh sebab itu persiapkan dirimu untuk dipakai Tuhan sebagai alatNya untuk mendatangkan Pemulihan dan Transformasi atas negeri ini.

Seperti pelayanan Yohanes pembaptis untuk membawa orang Israel berbalik kepada Tuhan, itu juga yang akan terjadi atas umat Tuhan di masa kini, akan ada pertobatan sejati yang melanda setiap umat Tuhan. Kata bertobat digunakan Alkitab untuk menggambarkan awal perubahan rohani yang sejati. Seorang ahli bahasa, W. E. Vine, mengartikan bertobat sebagai "perubahan pikiran atau tujuan seseorang". Dalam Perjanjian Baru, pertobatan selalu melibatkan perubahan ke arah yang lebih baik yaitu ketika seseorang meninggalkan dosa dan berpaling kepada Allah. Yesus memulai pelayanan-Nya kepada orang banyak dengan berseru, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! ( Mat 4:17 )

Saat kita menyesal karena melakukan kesalahan atau karena tertangkap setelah berbuat salah, perasaan ini hanyalah sekadar kosmetik rohani. Pertobatan yang sejati terjadi di lubuk hati kita yang terdalam dan membuahkan perbedaan yang nyata dalam perbuatan kita.
Ketika kita berpaling kepada Kristus dan menyerahkan diri kepadaNya, Dia mengadakan perubahan yang sejati, bukan sekadar perubahan tambal sulam.

PERTOBATAN BUKANLAH SEKADAR PERKATAAN,
MELAINKAN PERBUATAN NYATA

Friday, November 18, 2011

PELAYAN TUHAN BERHATI HAMBA


Ada banyak bentuk pelayanan dan kepemimpinan di dunia dan gereja hari-hari ini, tetapi Tuhan sedang mencari seseorang yang berkenan di hatiNya. Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Pelayan Tuhan yang mempunyai hati hamba adalah pelayan/pemimpin yang berkenan di hatiNya.

Apa yang diperlukan untuk menjadi seorang hamba?
1. Hamba yang sesungguhnya berbakti secara penuh kepada Tuhan (Mazmur 119:10,Mazmur 86:11). Hamba yang sesungguhnya melayani Tuhan dengan segenap hatinya. Ia mengikuti tuannya dan menuruti perintahnya. Raja Daud disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan. Ia telah melakukan kehendak Tuhan pada jamannya, sejak ia masih remaja, bahkan sampai ia telah menjadi raja Israel. Adalah satu hal, jika seseorang mengikuti Tuhan ketika ia bukan siapa-siapa, tetapi adalah hal yang lain, jika ia tetap dengan setia menaati Tuhan setelah ia menjadi ‘seseorang’. Raja Daud konsisten dalam perjalanannya bersama Tuhan, ia selalu menanyakan petunjuk Tuhan dan menaati instruksiNya di setiap pertempuran dan keputusan yang harus ia buat, walaupun dia sendiri bukannya tanpa cela/dosa. 

2. Hamba yang sesungguhnya melihat pelayanan sebagai suatu sukacita dan bukannya sebagai suatu kewajiban (Mazmur 100:2, 1 Timotius 1:12). Hamba yang sesungguhnya, melayani Tuhan dengan sukacita dan kegembiraan. Hamba yang sesungguhnya tidak melihat pelayanan sebagai suatu kewajiban. Kita ditebus oleh darah anak domba yang bernilai dan kita sungguh-sungguh berterimakasih atas apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib. Kita diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan karena perbuatan baik kita. Jika kita memiliki pengertian mengenai kebenaran ini, maka kita akan dapat melihat pelayanan sebagai sebuah tindakan syukur kepada Tuhan dan kita akan mampu melayani Tuhan dengan hati yang mengucap syukur. Sebaliknya, jika kita tidak melihat arti yang sebenarnya dari pelayanan, maka kewajiban dalam jangka waktu lama, akan membawa kelelahan dan menjadi beban bagi kita.

3. Hamba yang sesungguhnya dimotivasi oleh apa yang dipikirkan oleh Tuhan dan bukannya oleh apa yang dipikirkan oleh orang lain (Galatia 1:10). Apapun juga yang engkau lakukan, lakukanlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Hamba yang sesungguhnya berfokus dan dimotivasi oleh tuannya. Pendapat Tuhan adalah prioritas utama dalam hidupnya. Ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria mengandung sebelum mereka menikah, Yusuf menjadi patah hati dan kecewa, ia bahkan hampir menelantarkan Maria secara diam-diam. Bagaimana dia bisa menghadapi orang banyak? Bagaimana dia bisa menjelaskan hal itu kepada orang-orang di sekitar dia? Apa yang akan dipikirkan oleh orang lain mengenai dia dan Maria? Bahkan jika dia berusaha untuk menjelaskan, sebagian besar orang-orang tidak akan mempercayai dia. Akhirnya, Yusuf menaati Tuhan untuk mengambil Maria dan anaknya.

4. Hamba yang sesungguhnya tidak mengkritik pelayanan orang lain (Roma 14:4). Suatu hari seorang pezinah dibawa kepada Yesus. Orang-orang Farisi menanti keputusan Yesus mengenai nasib pezinah tersebut. Mereka siap untuk melempari perempuan tersebut sampai mati dengan batu, tetapi Yesus berkata kepada mereka, biarlah mereka yang tidak berdosa menjadi orang pertama yang melemparkan batu. Siapakah kita sehingga kita menghakimi? Setiap hamba bertanggung-jawab kepada tuannya. Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (Matius 7:1-5) Janganlah kita menghakimi saudara kita karena kita akan berdiri di depan kursi penghakiman Kristus. 

5. Hamba yang sesungguhnya memberikan kemuliaan kepada Tuhan (1 Petrus 4:10-11). Hamba yang sesungguhnya hanya melayani dengan tujuan untuk menyenangkan Tuannya, serta mencapai tujuan dan rencanaNya. Hamba yang setia bukanlah seseorang yang hanya mengikuti tuannya, tetapi juga seseorang yang menggunakan karunia dan talentanya untuk memuliakan Tuhan dengan cara menegur satu sama lain, membangun tubuh Kristus dan memajukan kerajaan Tuhan di bumi. Biarlah segala sesuatu yang ia lakukan ia berikan kepada Tuhan dan bukan untuk agendanya sendiri sehingga tak satupun mencuri kemuliaanNya.

Yesus tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi banyak orang. Untuk mereka yang ingin menjadi yang terbesar, mereka harus menjadi yang terkecil dan hamba bagi orang lain. 

Marilah kita mengikuti teladan dari Yesus, 
seorang pemimpin yang melayani dengan hati hamba, 
untuk melayani Tuhan kita yang berkuasa.


Sunday, October 16, 2011

Power of Influence

“Pengaruh...” setiap orang ingin memberikan pengaruh dan ingin dipengaruhi.  Siapa yang tidak bangga bila orang lain menerima ide, mengadopsi pemikiran bahkan meniru tingkah laku mereka.  Puluhan buku ditulis tentang bagaimana menjadi orang yang berpengaruh, bagaimana menyampaikan ide sehingga orang dapat menerimanya, dan berbagai judul yang intinya cara-cara membawa masuk pengaruh kita dalam kehidupan orang lain. Tetapi orang juga membutuhkan dan menginginkan orang lain memberikan pengaruhnya pada mereka.  Orang membutuhkan mentor, pembimbing atau sekedar orang lain yang memberikan inspirasi bagi kehidupan mereka.  Tidak jarang, orang ingin bertemu langsung dan “berguru” dengan seseorang yang mereka idolakan.  Pada kenyataannya, kehidupan kita adalah rangkaian pengaruh yang kita terima dari orang-orang di sekitar kita sepanjang kehidupan kita. 
Apa definisi pengaruh?  Apakah orang yang duduk di posisi tertentu atau memiliki sejumlah harta tertentu yang dianggap sebagai orang yang sukses yang dapat mempengaruhi dunia?  Untunglah bukan posisi atau harta yang menentukan berapa besar pengaruh seseorang, walaupun kedua hal itu ada peranannya.  Ruth merupakan sebuah contoh “silent influence”.  Ia tidak banyak bicara, tidak memiliki kedudukan tinggi, tanpa harta berlimpah, tetapi orang melihat dan merasakan pengaruhnya.  Pada akhirnya Ruth menjadi bagian dari silsilah nenek moyang Tuhan Yesus.  Bila tidak diukur atau didefinisikan dengan “harta” dan “tahta” lalu apa definisi pengaruh?  Mungkin definisi sederhana dari pengaruh yang ilahi ialah: Yesus Kristus yang mengalir melalui kehidupan kita.  Saat kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh orang, komunitas, kota dan bangsa kita melalui kehidupan kita, saat itulah kita telah mempengaruhi dunia.

Saat kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh orang, komunitas, kota dan bangsa kita melalui kehidupan kita, saat itulah kita telah mempengaruhi dunia.

Pengaruh merupakan tema penting dalam Firman Tuhan.  Kerajaan Allah diumpamakan seperti ragi yang mempengaruhi seluruh adonan.  Bahkan sebenarnya, Yesus telah mengutus kita untuk menjadi pengaruh bagi dunia ini:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangas murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu...” (Matius 28:19-20)
Pengaruh Kerajaan Allah yang dinyatakan oleh para pemimpin dan umat Kristiani perlu dirasakan oleh dunia.  Pengaruh positif kita penting bagi dunia karena Allah mendemonstrasikan pengaruhnya pada dunia melalui kita.  Di ayat di atas pula Yesus memberikan strategi untuk mempengaruhi dunia, yaitu dengan cara memuridkan.

Allah mendemonstrasikan pengaruhnya pada dunia melalui kita.


Dunia diwarnai oleh pengaruh orang-orang tertentu.  Siapa yang tidak kenal Bill Gates pemilik Microsoft, program-program computernya dipakai oleh orang di seluruh dunia.  Siapa yang tidak dengar tentang Mahatma Gandhi, seorang pemimpin dunia dari India.  Buku-buku ditulis dan film dibuat tentang dirinya.  Mereka adalah bagian dari daftar orang-orang yang mempengaruhi dunia.  Namun demikian, mungkin 2 atau 3 generasi di bawah kita tidak lagi mendengar nama mereka.  Seperti juga kita tidak ingat atau tidak mendengar tentang nama-nama tokoh tahun 1800-an.

Dalam Alkitab ada pula nama-nama tokoh berpengaruh.  Contohnya, Rasul Paulus yang menulis 2/3 dari seluruh kitab Perjanjian Baru, atau Musa yang Tuhan pakai untuk menyampaikan 10 perintah Allah bagi umat manusia.  Berbeda dengan tokoh-tokoh dunia, tokoh-tokoh Alkitab ini memiliki pengaruh lebih lama dari sekedar 2 atau 3 generasi.  Mungkin dapat dikatakan pengaruh mereka terbawa dalam kekekalan.  Dan tentunya, ada “Seseorang” yang mempengaruhi seluruh manusia di dunia dengan sangat dahsyat, bahkan pengaruhnya mencakup orang-orang yang lahir (generasi-generasi) sebelum “Orang ini” lahir.  Ia adalah Yesus Kristus.  Ia merupakan contoh pengaruh yang tak terbatas.  Bila Anda rindu untuk mempengaruhi dunia, dan membawa pengaruh itu lebih dari satu generasi saja, maka Yesus adalah panutan bagi Anda. 

Beberapa hal yang membuat Yesus menjadi pribadi yang sangat berpengaruh adalah:

1. Yesus mengorbankan diri-Nya.
Pengaruh dalam kamus Yesus sama artinya dengan berkorban.  Berapa besar pengaruh Anda pada seseorang sebanding dengan berapa besar pengorbanan yang Anda berikan baginya.  Baik itu pengorbanan waktu, tenaga maupun keuangan.  Orang akan melihat kasih Anda melalui pengorbanan yang Anda berikan, dan mereka terbuka untuk apa yang akan Anda katakan, seperti kata pepatah “people do not care what you know, until they know that you care.”  Rumus Yesus untuk mempengaruhi orang lain adalah: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Markus 10:43-44). 
People don’t care what you know
untuk they know that you care

2. Yesus memiliki integritas yang tinggi.
Anda dapat mempengaruhi orang lain bila mereka percaya pada Anda (percaya pada apa yang Anda katakan atau sarankan).  Namun, untuk dapat dipercaya orang lain, Anda perlu kredibilitas, dan kredibilitas didapatkan melalui kehidupan yang penuh integritas.  Siapa yang mau percaya pada pembohong, atau orang yang kehidupannya tidak selaras dengan ucapannya.  Anda perlu mengembangkan kehidupan yang penuh integritas untuk dapat mempengaruhi orang lain.
To be persuasive we must believable
To be believable, we must be credible
To be credible, we must be truthful

3. Yesus percaya pada orang lain.
Bagi kebanyakan orang, termasuk bagi saya pribadi, sulit untuk mempercayai orang yang pernah mengkhianati saya.  Namun, Yesus percaya pada Petrus yang menyangkal-Nya tiga kali, dan pada murid-murid lainnya yang bersembunyi saat Yesus disalib.  Tetapi karena kepercayaan itulah Petrus berubah.  Ia diminta untuk menggembalakan domba-domba-Nya, dan Petrus hidup untuk memenuhi harapan Gurunya.  Tiga ribu orang bertobat melalui kotbah Petrus, dan mereka hanya sebagian saja dari sejumlah besar orang yang dipengaruhi oleh Petrus.

4. Yesus mendengarkan orang lain.
Mungkin kita berpikir bahwa orang yang mempengaruhi orang lain adalah mereka yang paling banyak berbicara.  Pengaruh orang sejalan dengan berapa banyak kata-kata yang mereka keluarkan.  Namun sebaliknya, pengaruh berarti mendengarkan, bersimpati, dan meresponi orang lain.  Yesus mendengarkan tangisan Maria dan Martha saat saudara mereka meninggal.  Ia meresponi keraguan Tomas akan kebangkitan-Nya dengan kesabaran dan kasih. Ketika orang merasa bahwa pemimpin mereka tidak lagi mendengar atau memberikan respon, mereka akan pergi darinya. 
When people feel that their leader no longer listens or responds,
they will go somewhere else.

5. Yesus mendorong dan menguatkan orang lain.
Dengarkan kata-kata ini: “jangan takut...”, “janganlah kuatir...”, “janganlah gelisah hatimu...”, “...Aku telah mengasihi kamu...”, “teguhkanlah hatimu...”  Bagaimana perasaan Anda mendengarkan perkataan-perkataan ini?  Kata-kata Yesus ini seumpama angin segar bagi yang mendengarkannya.  Tidak heran bila orang banyak mengikut Yesus dan berubah karena perkataan-perkataan iman dan dorongan yang diberikan Yesus kepada mereka.

Anda akan mempengaruhi orang yang mungkin tidak pernah Anda lihat.  Anda akan mengubah generasi-generasi setelah Anda.  Anda akan memberi warna pada dunia.  Ingat, pengaruh Anda akan Anda pertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Pengaruh lebih berupa tanggung jawab yang besar dari pada sebuah kehormatan.  Dan pengaruh kita berakar dari hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana Kristus dapat mengalir melalui kehidupan kita.  Mari kita membawa pengaruh positif bagi dunia, membagikan kehidupan Kristus pada mereka. 

Pengaruh kita berakar dari hubungan kita dengan Tuhan.

By : Ps. Jimmy Oentoro
Founder IFGF GISI Worldwide

Tuesday, October 11, 2011

Hidup Yang Berkemenangan

Roma 8:37-39.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita.

Kenapa sering kali,sukar sekali untuk mengajar dan mengajak umat Tuhan untuk hidup dalam kemenangan di dalam Kristus Yesus?
Sesuatu di tanyakan, pergumulan dihadapkan, di coba dijelaskan, tapi rasanya tidak terlalu simple untuk mengajar orang Kristen hidup dalam kebenaran.
Banyak di antara mereka gagal, kalah dan jatuh ke dalam berbagai pencobaan. tetapi Firman Tuhan berkata: bahwa saudara dan saya adalah orang2 yang menang. Dan di dalam pertandingan apapun juga hanya ada satu yang tampil sebagai pemenang, itulah saudara. Oleh sebab itu mari kita latih hidup kita sedemikian rupa seperti seorang olahragawan yang sedang berlatih.

Kunci untuk memperoleh kemenangan di dalam hidup kita?

1.       Belajar Firman dan hidupi Firman itu.
Yosua 1:8.janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati2 sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya. Sebab dengan demikian perjalanmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Saudara harus belajar dan makan Firman seperti seorang Hamba Tuhan yang sedang belajar Firman. Porsi rohaninya  harus sama maka hasil yang di terimapun akan sama. Kalau tubuh jasmani kita saja membutuhkan makanan 3x sehari demikian juga tubuh rohani kita membutuhkan makanan(FIRMAN). Selama ini iblis membodohi kita bahwa hanya pendeta yang belajar dan mengali Firman Tuhan dan jemaat hanya mendengarkan saja sehingga rohani mereka sangat dangkal sekali. waktu masalah datang mereka bingung dan tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. Oleh sebab itu saudara harus kuat dan berakar di dalam Firman Tuhan sehingga saudara keluar sebagai pemenang.

2.       Miliki mentalitas seorang pemenang.
Sejak jepang  (Hirosima dan Nagasaki) dibombardir oleh Amerika pada 1945, Negara ini seakan-akan sedang melawati masa-masa kelam. Kesedihan mendalam karena kehilangan anggota keluarga yang dicintai dan pekerjaan telah membuat sindrom ketakutan.
Jepang bukanlah salah satu Negara industri maju dalam tempo yang sangat singkat saat ini jika Jepang tidak bangkit dari kesedihan dan hanya menyesali nasib. Sayangnya, Bangsa kita belum memiliki semangat itu. Generasi setelah generasi 45 tidak memiliki itu. Semangat meleleh seperti coklat. Semangat pantang menyerah, penuh perjuangan, tidak kenal lelah, seakan –akan di telan waktu. Orang2 kehilangan rasa itu. Mereka yang dapat mengadopsi semangat itu akan menikmati hasilnya: Keberhasilan, Kesuksesan, Kebahagiaan.

Dalam 2 Tim 2:3-6, Rasul Paulus menggambarkan dirinya dengan 3 kriteria. Saya menyebutnya 3 kriteria seorang pemenang:

1.                  1. Prajurit.
Prajurit tidak memusingkan diri dengan hal2 sepele dan tidak berguna. Mereka tidak membuang waktu dengan hal yang sia2.

2. Olahragawan,
Musuh olahragawan adalah sikap tidak disilpin. Tidak ada olahragawan yang sukses dan menolehkan nama di kanvas sejarah hanya dengan tidur2an atau di Mall saat olahragawan lain berlatih.

3. Petani.
ayat 6 menggambarkan secara langsung proses petani yang berhasil adalah dengan bekerja keras dan mengusahakan. Allah juga menyuruh Adam untuk mengusahakan taman di eden. Ishak menjadi kayak karena menabur. Kata menabur sama dengan bercocok tanam. Ada unsur kerja dan berusaha. Ada keringat yang mengucur membasahi tanah. Kemalasan harus di lawan dengan kerja keras. Seseorang tidak akan keluar dari kemalasan hanya dengan berdoa. Anda harus bertindak.
Cara ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit, berdiri, dan menghampiri orang2 yang tekun dan semangat melakukan sesuatu. Manusia yang optimis, berambisi, positive thinking, memiliki tujuan hidup akan memancarkan aura positif kepada apapun dan siapapun di sekelilingnya.
  
4.    Iman mengalahkan persoalan sebesar apa pun.
Dari 12 orang pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah kanaan,10 orang di antaranya membawa kabar buruk. Kata mereka “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat disana adalah orang2 yang tinggi perawakannya. Juga kami lihat disana orang2 raksasa, orang enak yang berasal dari orang2 raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:32-33). Mereka sangat pesimis bisa masuk ke Kanaan! Adalah mustahil untuk bisa mengalahkan raksasa-raksasa,pikirnya. Tetapi Kaleb berkata,Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya. Raksasa berbicara tentang masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Tak perlu takut menghadapi persoalan yang ada karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa dan didalam Dia kita lebih dari pemenang, dan bersama Yesus kita dapat melakukan perkara yang besar.

Ada beberapa kalimat tentang DNA seorang pemenang:
Pemenang berfokus mencapai sukses; Pecundang berfokus menghindari kegagalan.
Pemenang membantu orang lain mencapai sukses agar dirinya juga sukses; pecundang hanya bisa mengkritik orang lain agar merasa hebat dan kelihatan lebih baik. 
Pemenang mencari solusi dan memecahkan masalah; Pecundang membicarakan masalah dan tidak berbuat apa2.
Pemenang menganggap kesulitan adalah tantangan dan berhasil menaklukannya; Pecundang menganggap kesulitan adalah akhir dari segalanya dan alasan untuk menyerah.
Pemenang bersedia mencari kebenaran walaupun terasa menyakitkan sesaat; Pecundang hidup penuh kepalsuan asal tidak ada orang lain yang tahu.
Pemenang termotivasi oleh target; Pecundang tidak memiliki target apa pun.

Salam Pemenang !! 

Tuesday, September 20, 2011

SETIA MEMEGANG JANJI TUHAN

Kesetiaan dalam hal apapun tidak akan dapat terjadi bila tidak ada upaya dari diri seseorang.
Kesetiaan kita pada Tuhan merupakan KUNCI atau syarat mutlak untuk membuka gudang berkat Tuhan. Gudang berkat bukan hanya materi tetapi juga talenta/ karunia, kesehatan, pemulihan,dll.

Thema sepanjang September ini adalah Kesetiaan akan membawa kita NAIK LEVEL, namun jangan hanya naik level saja yang menjadi fokus dan perhatian kita, tetapi kata depan dari kalimat tersebut yang jauh lebih penting : KESETIAAN.
Arti kata kesetiaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : keteguhan hati, ketaatan, kepatuhan. 

Yesaya 26:3     Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya.

Kesetiaan itu seumpama seorang pelari Marathon. Pelari Marathon bukan hanya membutuhkan stamina yang baik tetapi juga keteguhan hati untuk dapat menyelesaikan pertandingan sampai finish sejauh 42 km. Ada banyak hal yang menyebabkan pelari marathon gagal menyelesaikan pertandingannya, antara lain karena : rasa jenuh karena jarak yang cukup jauh, pesimis, stamina kurang fit dan terlalu berambisi. 
Begitu pula dengan kita anak-anak Tuhan dalam memegang janji Tuhan untuk dapat naik level, diperlukan KESETIAAN.

“Setia memegang janji Tuhan adalah salah satu sarana yang akan membawa kita naik level”.

Amsal 19 : 22a    Sifat yang diinginkan pada seseorang adalah Kesetiaannya, 
Amsal 20 : 6        Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia siapakah menemukannya?
 
Semua orang yang ingin naik level pasti harus melalui ujian. Saat kita sekolah/ kuliah dan ingin naik kelas atau naik tingkat kita harus menghadapi ujian kenaikan kelas, demikian juga melalui kesetiaan kita akan dibawa naik ke level berikutnya, bila kita lulus ujian.

Ada beberapa contoh tokoh Alkitab yang setia memegang janji Tuhan dan yang tidak setia, mereka adalah Abraham, Musa dan Yusuf.

ABRAHAM
Tuhan Allah memberikan janji kepada Abraham saat usianya 75 tahun bahwa Abraham akan menjadi bangsa yang besar (Kejadian 12 : 2-3). Sampai beberapa waktu lamanya janji itu belum juga digenapi, Tuhan kembali meneguhkan dan menguatkan hati Abraham dalam Kejadian 15 : 1-6 bahwa ia akan disebut Bapa segala bangsa melalui keturunannya. Karena Tuhan tahu bahwa saat itu Abraham ‘sepertinya’ meragukan janji Tuhan.

Kejadian 16 menceritakan bagaimana Sara menyarankan Abraham untuk mengambil Hagar menjadi isterinya supaya kepada mereka diberikan keturunan. Hagar pun mengandung anak dari Abraham dan mulai merendahkan Sara. Namun bukan itu yang menjadi janji Tuhan bagi Abraham & Sara. Karena sebelumnya (di Kej 15) dengan jelas Tuhan berfirman bahwa anak kandung merekalah yang akan mewarisi segala yang dimiliki Abraham.

Sekalipun Abraham dan Sara sempat tidak setia memegang janji Tuhan namun Tuhan tetap setia pada janjiNya. Di Kejadian 17 diceritakan bahwa pada akhirnya setelah menantikan selama 25 tahun janji itu digenapi oleh Tuhan walau sepertinya mustahil karena usia Abraham telah mencapai 100 tahun dan Sara 90 tahun, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, apa yang dijanjikanNya pasti digenapi.

Mazmur 12 : 7-8a  Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya.

-          

MUSA
Musa gagal masuk tanah Kanaan (tanah Perjanjian / tanah yang dijanjikan), karena Musa teledor dengan perkataannya. (Lihat Ulangan 34 : 4 dan Mazmur 106 : 32-33). Musa hanya dapat melihat tanah Kanaan dari seberang laut sebelum dia mati.  Oleh sebab itu jangan teledor dengan perkataanmu supaya janji Tuhan dapat engkau alami.


YUSUF
Sebaliknya dengan Yusuf, sekalipun apa yang dialami sangat tidak mengenakan namun Yusuf tidak teledor dengan perkataannya. Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak, tinggal di rumah Potifar malah difitnah oleh isteri Potifar masuk ke penjara dan sempat dilupakan oleh Juru Minuman (Kejadian 39 – 41).

Yusuf tetap setia memegang janji yang Tuhan nyatakan dalam mimpinya. Yusuf selalu hidup benar sehingga Tuhan menyertai dan membuatnya selalu berhasil dan akhirnya mejadikan Yusuf orang no-2 setelah Firaun yang memerintah atas seluruh Mesir. Mimipinya menjadi kenyataan.


Apa yang harus kita lakukan untuk naik level adalah Setia.
Bagaimana kita setia memegang janji Tuhan?

1)    Percaya dengan segenap hati jangan setengah hati tetapi sepenuh hati (full-heart).
Iblis seringkali mengecoh dan berusaha menyerongkan hati kita untuk percaya sepenuhnya akan janji Tuhan. Tetap percaya kepada Tuhan karena Dia adalah Allah yang setia pada janji-Nya, jangan ijinkan pola piker dunia yang picik mempengaruhi hati kita untuk tetap percaya kepada janji Tuhan.
          
          Amsal 3: 5  Percayalah kepada Tuhan dengah segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

2)  Perkatakan / deklarasikan terus janji Tuhan. Jangan teledor dengan perkataanmu.

3)  Sabar menanti penggenapan janjiNya, karena waktu Tuhan selalu yang terbaik dan Tuhan mau setiap kita telah siap untuk menerima janjiNya, itulah sebabnya kita diminta sabar menanti karena Tuhan mau kita mengalami proses.

4)  Berpikir positif karena pikiran negatif akan melemahkan iman kita. Jangan ijinkan pikiran negatif yang membuat kita pesimis bersarang dalam hati dan pikiran kita. Tutup telinga terhadap perkataan-perkataan orang lain yang melemahkan iman kita.


Apa janji Tuhan dalam hidupmu ??

Pegang erat janji itu karena Allah yang kita sembah adalah setia (2 Timotius 2 :13).
Lakukan saja apa yang harus dilakukan dengan setia dan penuh tanggung-jawab (sebagai karyawan, pengusaha, hamba Tuhan, pelajar,dll) supaya kepadamu dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar. (Matius 25: 21 dan Lukas 16:10).


Tetap setia memegan janji-Nya karena Allah yang berjanji adalah setia

Wednesday, September 14, 2011

Kesetiaan Membawa Kita Naik Level

 Kesetiaan adalah keharusan, bukan pilihan.

Siapapun di dunia ini tentunya setuju bahwa dalam kehidupan ini dibutuhkan kesetiaan dalam segala hal dan juga pada segala bidang. Mereka yang setia pasti akan menikmati hasil yang baik dari kesetiaan mereka.

Jadikanlah KESETIAAN sebagai bagian dari karakter kita.

1. Setia mengikut Tuhan (Hosea 12:7)
'Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.'
Kata kasih disini berasal dari bahasa Ibrani yang artinya HESED, yang dapat diekspresikan sebagai Kesetiaan.
Yusuf adalah salah satu contoh pribadi yang setia kepada Tuhan. Sekalipun dibuang ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah oleh isteri Potifar bahkan dilupakan oleh Juru Minuman namun Yusuf tetap setia kepada Tuhan. Setiap kita pasti akan melewati masa-masa di dalam sumur, namun kita harus keluar dari dalam sumur karena itu bukan destinasi kita. Destinasi kita orang percaya adalah Istana Raja.
Sekalipun apa yang dialami Yusuf tidak mengenakkan namun dia tetap setia kepada Tuhan sehingga membuat perjalanannya berhasil, karena Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya.

2. Setia pada panggilan atau karunia yang dimiliki (Roma 12: 6-8)
Apa yang menjadi panggilanmu dan karunia yang engkau miliki, lakukankah dengan setia. Mungkin Anda berpikir bahwa karunia dan panggilanmu tidak berarti apa-apa, hanya hal sepele yang bisa Anda lakukan tetaplah lakukan dengan setia, karena apapun yang engkau lakukan bagi Tuhan pasti tidak akan pernah sia-sia, bahkan kapasitas dan tanggung-jawabmu akan diperbesar lagi oleh Tuhan. Setia pada perkara kecil supaya Anda setia pada perkara yang lebih besar.

3. Setia kepada Gereja  (Ibrani 12:28)
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut.
Jadilah umat Tuhan yang tertanam pada sebuah Gereja supaya Anda dapat bertumbuh maksimal dan karunia serta panggilan Anda dapat dipergunakan bahkan akan terus diperbesar. Jangan berpindah-pindah gereja. Tetap setia ditempat dimana Anda mengalami pertumbuhan rohani.

4. Setia dalam keuangan (Maleakhi 3: 10-12 & Lukas 16:3)
Dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.
Memang setiap kita membutuhkan uang tapi uang bukanlah segalanya. Jangan mau diperbudak oleh uang dan menjadikan uang sebagai tuan kita. Belajarlah untuk setia mengembalikan perpuluhan karena itu miliknya Tuhan. Bila kita tidak mengembalikan perpuluhan maka sama artinya dengan mencuri milik Tuhan.
Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan dan keperluanmu, saat kita setia mengembalikan perpuluhan sesungguhnya segala apa yang kita miliki ada dalam proteksi perlindungan Tuhan yang luar biasa dan tidak ada kuasa apapun yang dapat mengganggunya. Bukan hanya dalam hal materi saja tetapi juga kesehatan kita terpelihara, ada damai sejahtera dalam rumah tangga dan hati serta mulut kita akan senantiasa menaikkan syukur atas segala kebaikan Tuhan.
Dan bila kita setia memberikan atau menabur bagi pekerjaan Tuhan maka kita telah membuka pintu-pintu berkat.

Mari lakukan ke-4 hal ini, tetap SETIA dan raihlah janji - janji Tuhan dalam hidupmu.