Tuesday, September 20, 2011

SETIA MEMEGANG JANJI TUHAN

Kesetiaan dalam hal apapun tidak akan dapat terjadi bila tidak ada upaya dari diri seseorang.
Kesetiaan kita pada Tuhan merupakan KUNCI atau syarat mutlak untuk membuka gudang berkat Tuhan. Gudang berkat bukan hanya materi tetapi juga talenta/ karunia, kesehatan, pemulihan,dll.

Thema sepanjang September ini adalah Kesetiaan akan membawa kita NAIK LEVEL, namun jangan hanya naik level saja yang menjadi fokus dan perhatian kita, tetapi kata depan dari kalimat tersebut yang jauh lebih penting : KESETIAAN.
Arti kata kesetiaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : keteguhan hati, ketaatan, kepatuhan. 

Yesaya 26:3     Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya.

Kesetiaan itu seumpama seorang pelari Marathon. Pelari Marathon bukan hanya membutuhkan stamina yang baik tetapi juga keteguhan hati untuk dapat menyelesaikan pertandingan sampai finish sejauh 42 km. Ada banyak hal yang menyebabkan pelari marathon gagal menyelesaikan pertandingannya, antara lain karena : rasa jenuh karena jarak yang cukup jauh, pesimis, stamina kurang fit dan terlalu berambisi. 
Begitu pula dengan kita anak-anak Tuhan dalam memegang janji Tuhan untuk dapat naik level, diperlukan KESETIAAN.

“Setia memegang janji Tuhan adalah salah satu sarana yang akan membawa kita naik level”.

Amsal 19 : 22a    Sifat yang diinginkan pada seseorang adalah Kesetiaannya, 
Amsal 20 : 6        Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia siapakah menemukannya?
 
Semua orang yang ingin naik level pasti harus melalui ujian. Saat kita sekolah/ kuliah dan ingin naik kelas atau naik tingkat kita harus menghadapi ujian kenaikan kelas, demikian juga melalui kesetiaan kita akan dibawa naik ke level berikutnya, bila kita lulus ujian.

Ada beberapa contoh tokoh Alkitab yang setia memegang janji Tuhan dan yang tidak setia, mereka adalah Abraham, Musa dan Yusuf.

ABRAHAM
Tuhan Allah memberikan janji kepada Abraham saat usianya 75 tahun bahwa Abraham akan menjadi bangsa yang besar (Kejadian 12 : 2-3). Sampai beberapa waktu lamanya janji itu belum juga digenapi, Tuhan kembali meneguhkan dan menguatkan hati Abraham dalam Kejadian 15 : 1-6 bahwa ia akan disebut Bapa segala bangsa melalui keturunannya. Karena Tuhan tahu bahwa saat itu Abraham ‘sepertinya’ meragukan janji Tuhan.

Kejadian 16 menceritakan bagaimana Sara menyarankan Abraham untuk mengambil Hagar menjadi isterinya supaya kepada mereka diberikan keturunan. Hagar pun mengandung anak dari Abraham dan mulai merendahkan Sara. Namun bukan itu yang menjadi janji Tuhan bagi Abraham & Sara. Karena sebelumnya (di Kej 15) dengan jelas Tuhan berfirman bahwa anak kandung merekalah yang akan mewarisi segala yang dimiliki Abraham.

Sekalipun Abraham dan Sara sempat tidak setia memegang janji Tuhan namun Tuhan tetap setia pada janjiNya. Di Kejadian 17 diceritakan bahwa pada akhirnya setelah menantikan selama 25 tahun janji itu digenapi oleh Tuhan walau sepertinya mustahil karena usia Abraham telah mencapai 100 tahun dan Sara 90 tahun, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, apa yang dijanjikanNya pasti digenapi.

Mazmur 12 : 7-8a  Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya.

-          

MUSA
Musa gagal masuk tanah Kanaan (tanah Perjanjian / tanah yang dijanjikan), karena Musa teledor dengan perkataannya. (Lihat Ulangan 34 : 4 dan Mazmur 106 : 32-33). Musa hanya dapat melihat tanah Kanaan dari seberang laut sebelum dia mati.  Oleh sebab itu jangan teledor dengan perkataanmu supaya janji Tuhan dapat engkau alami.


YUSUF
Sebaliknya dengan Yusuf, sekalipun apa yang dialami sangat tidak mengenakan namun Yusuf tidak teledor dengan perkataannya. Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak, tinggal di rumah Potifar malah difitnah oleh isteri Potifar masuk ke penjara dan sempat dilupakan oleh Juru Minuman (Kejadian 39 – 41).

Yusuf tetap setia memegang janji yang Tuhan nyatakan dalam mimpinya. Yusuf selalu hidup benar sehingga Tuhan menyertai dan membuatnya selalu berhasil dan akhirnya mejadikan Yusuf orang no-2 setelah Firaun yang memerintah atas seluruh Mesir. Mimipinya menjadi kenyataan.


Apa yang harus kita lakukan untuk naik level adalah Setia.
Bagaimana kita setia memegang janji Tuhan?

1)    Percaya dengan segenap hati jangan setengah hati tetapi sepenuh hati (full-heart).
Iblis seringkali mengecoh dan berusaha menyerongkan hati kita untuk percaya sepenuhnya akan janji Tuhan. Tetap percaya kepada Tuhan karena Dia adalah Allah yang setia pada janji-Nya, jangan ijinkan pola piker dunia yang picik mempengaruhi hati kita untuk tetap percaya kepada janji Tuhan.
          
          Amsal 3: 5  Percayalah kepada Tuhan dengah segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

2)  Perkatakan / deklarasikan terus janji Tuhan. Jangan teledor dengan perkataanmu.

3)  Sabar menanti penggenapan janjiNya, karena waktu Tuhan selalu yang terbaik dan Tuhan mau setiap kita telah siap untuk menerima janjiNya, itulah sebabnya kita diminta sabar menanti karena Tuhan mau kita mengalami proses.

4)  Berpikir positif karena pikiran negatif akan melemahkan iman kita. Jangan ijinkan pikiran negatif yang membuat kita pesimis bersarang dalam hati dan pikiran kita. Tutup telinga terhadap perkataan-perkataan orang lain yang melemahkan iman kita.


Apa janji Tuhan dalam hidupmu ??

Pegang erat janji itu karena Allah yang kita sembah adalah setia (2 Timotius 2 :13).
Lakukan saja apa yang harus dilakukan dengan setia dan penuh tanggung-jawab (sebagai karyawan, pengusaha, hamba Tuhan, pelajar,dll) supaya kepadamu dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar. (Matius 25: 21 dan Lukas 16:10).


Tetap setia memegan janji-Nya karena Allah yang berjanji adalah setia

Wednesday, September 14, 2011

Kesetiaan Membawa Kita Naik Level

 Kesetiaan adalah keharusan, bukan pilihan.

Siapapun di dunia ini tentunya setuju bahwa dalam kehidupan ini dibutuhkan kesetiaan dalam segala hal dan juga pada segala bidang. Mereka yang setia pasti akan menikmati hasil yang baik dari kesetiaan mereka.

Jadikanlah KESETIAAN sebagai bagian dari karakter kita.

1. Setia mengikut Tuhan (Hosea 12:7)
'Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.'
Kata kasih disini berasal dari bahasa Ibrani yang artinya HESED, yang dapat diekspresikan sebagai Kesetiaan.
Yusuf adalah salah satu contoh pribadi yang setia kepada Tuhan. Sekalipun dibuang ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah oleh isteri Potifar bahkan dilupakan oleh Juru Minuman namun Yusuf tetap setia kepada Tuhan. Setiap kita pasti akan melewati masa-masa di dalam sumur, namun kita harus keluar dari dalam sumur karena itu bukan destinasi kita. Destinasi kita orang percaya adalah Istana Raja.
Sekalipun apa yang dialami Yusuf tidak mengenakkan namun dia tetap setia kepada Tuhan sehingga membuat perjalanannya berhasil, karena Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya.

2. Setia pada panggilan atau karunia yang dimiliki (Roma 12: 6-8)
Apa yang menjadi panggilanmu dan karunia yang engkau miliki, lakukankah dengan setia. Mungkin Anda berpikir bahwa karunia dan panggilanmu tidak berarti apa-apa, hanya hal sepele yang bisa Anda lakukan tetaplah lakukan dengan setia, karena apapun yang engkau lakukan bagi Tuhan pasti tidak akan pernah sia-sia, bahkan kapasitas dan tanggung-jawabmu akan diperbesar lagi oleh Tuhan. Setia pada perkara kecil supaya Anda setia pada perkara yang lebih besar.

3. Setia kepada Gereja  (Ibrani 12:28)
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut.
Jadilah umat Tuhan yang tertanam pada sebuah Gereja supaya Anda dapat bertumbuh maksimal dan karunia serta panggilan Anda dapat dipergunakan bahkan akan terus diperbesar. Jangan berpindah-pindah gereja. Tetap setia ditempat dimana Anda mengalami pertumbuhan rohani.

4. Setia dalam keuangan (Maleakhi 3: 10-12 & Lukas 16:3)
Dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.
Memang setiap kita membutuhkan uang tapi uang bukanlah segalanya. Jangan mau diperbudak oleh uang dan menjadikan uang sebagai tuan kita. Belajarlah untuk setia mengembalikan perpuluhan karena itu miliknya Tuhan. Bila kita tidak mengembalikan perpuluhan maka sama artinya dengan mencuri milik Tuhan.
Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan dan keperluanmu, saat kita setia mengembalikan perpuluhan sesungguhnya segala apa yang kita miliki ada dalam proteksi perlindungan Tuhan yang luar biasa dan tidak ada kuasa apapun yang dapat mengganggunya. Bukan hanya dalam hal materi saja tetapi juga kesehatan kita terpelihara, ada damai sejahtera dalam rumah tangga dan hati serta mulut kita akan senantiasa menaikkan syukur atas segala kebaikan Tuhan.
Dan bila kita setia memberikan atau menabur bagi pekerjaan Tuhan maka kita telah membuka pintu-pintu berkat.

Mari lakukan ke-4 hal ini, tetap SETIA dan raihlah janji - janji Tuhan dalam hidupmu.