Wednesday, August 21, 2013

HIDUP BAGI INJIL KRISTUS



"Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka,
 sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya."
Galatia 1:23

Sering kita jumpai banyak pelayan Tuhan yang lebih mengutamakan penampilan lahiriah. Mereka dianggap berhasil atau dipakai Tuhan secara luarbiasa bila secara kasat mata bergelimang materi: kaya, bermobil mewah, mengenakan pakaian atau aksesoris mahal dan bermerek. Alkitab menyatakan, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati." 1 Samuel 16:7b

Dalam melayani Tuhan Paulus adalah seorang yang apa adanya. Ia tidak malu mengakui kelemahan dan kekurangannya. Dengan jujur ia mengakui bahwa dirinya adalah mantan orang berdosa. "Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu diluar iman...di antara mereka akulah yang paling berdosa." 1 Timotius 1:13,15
Berbeda dengan orang-orang Kristen di jaman sekarang ini yang kebanyakan  berusaha menyembunyikan kekurangan dan kelemahannya karena takut reputasinya menjadi rusak. Rasul Paulus menyadari bahwa beroleh kesempatan melayani Tuhan adalah suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Karena itu ia berkomitmen untuk bekerja mati-matian demi Injil. Ke mana pun ia pergi, di mana pun berada, dan kapan pun waktunya, tak henti-hentinya ia bersaksi tentang salib Kristus dan juga membagikan kasih yang telah diterimanya dari Tuhan. Meski didera oleh berbagai macam kesulitan, ujian, aniaya dan penderitaan, tak menyurutkan langkahnya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Dalam mengerjakan panggilan Tuhan ini Paulus tidak mencari nama besar atau pujian dari manusia. Ia selalu memperkenalkan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan maut. Jadi tujuan utamanya adalah membawa orang sebanyak-banyaknya percaya kepada Kristus dan diselamatkan.

Seorang pelayan Tuhan sejati akan mengagungkan dan mengutamakan Tuhan, semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Yang tak dilupakan Paulus adalah keseimbangan antara perkataan dan perbuatan. Ia tidak hanya berbicara, namun juga mempraktekkan apa yang dikatakannya.

"Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya."
2 Timotius 4:2



Tuesday, August 13, 2013

PRAJURIT KRISTUS YANG TANGGUH




"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus"
2 Timotius 2:3

                     
 Menjadi pengikut Kristus merupakan panggilan yang sangat mulia karena  kita tidak hanya diangkat sebagai anak-anak Allah, seperti tertulis: "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus." (Galatia 3:26), tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit-prajuritNya. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa setiap orang percaya sedang diperhadapkan dengan peperangan rohani yaitu berperang melawan "..pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:12).
Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjadi seorang prajurit yang tangguh supaya kita dapat melawan dan mematahkan segala tipu muslihat iblis.

Ketahuilah bahwa iblis selalu menjalankan taktik liciknya dengan berbagai macam cara untuk menjatuhkan iman anak-anak Tuhan. Jika kita tidak melawannya, kita akan terseret dan termakan oleh bujuk rayu iblis. Rasul Petrus menasihatkan, "lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." (1 Petrus 5:9).
 
Memang untuk menjadi prajurit yang benar-benar tangguh di akhir zaman tidaklah mudah, ada harga yang harus kita bayar:
1. Ikutlah menderita ~ Endure Hardship artinya bertahan dalam kehidupan yang berat, bertahan dalam kehidupan yang tidak nyaman. Orang Kristen harus dapat bertahan dalam masa-masa yang berat, yang sulit, harus siap menderita. Jemaat harus bangkit, bangun dan dilatih menjadi prajuritnya Tuhan.
2. Fokus kepada Tuhan sepenuhnya.
Dikatakan, "Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." (2 Timotius 2:4). Seorang prajurit yang masih harus terus disibukkan dengan urusan pribadi dan mengesampingkan perkara-perkara rohani tidak akan berkenan kepada Tuhan. Banyak orang Kristen yang tidak lagi mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Jam-jam doanya berkurang, tidak lagi tekun membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan mulai malas beribadah dengan alasan capai atau sibuk bekerja. Sangatlah berbahaya bila seorang prajurit telah kehilangan fokus saat berperang meski itu hanya sesaat saja karena ia bisa kehilangan nyawanya.

Tuhan adalah komandan kita, dan sebagai prajurit kita harus taat kepadaNya.
Apapun yang diperintahkan komandan kita harus kerjakan dengan sepenuh hati
tanpa ada perbantahan.