"Mereka hanya mendengar, bahwa ia
yang dahulu menganiaya mereka,
sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak
dibinasakannya."
Galatia 1:23
Sering kita jumpai banyak pelayan
Tuhan yang lebih mengutamakan penampilan lahiriah. Mereka dianggap berhasil
atau dipakai Tuhan secara luarbiasa bila secara kasat mata bergelimang materi:
kaya, bermobil mewah, mengenakan pakaian atau aksesoris mahal dan bermerek.
Alkitab menyatakan, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah,
manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati." 1
Samuel 16:7b
Dalam melayani Tuhan Paulus adalah
seorang yang apa adanya. Ia tidak malu mengakui kelemahan dan kekurangannya.
Dengan jujur ia mengakui bahwa dirinya adalah mantan orang berdosa. "Aku yang tadinya seorang penghujat dan
seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena
semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu diluar iman...di antara
mereka akulah yang paling berdosa." 1 Timotius 1:13,15
Berbeda dengan orang-orang Kristen di
jaman sekarang ini yang kebanyakan
berusaha menyembunyikan kekurangan dan kelemahannya karena takut
reputasinya menjadi rusak. Rasul Paulus menyadari bahwa beroleh kesempatan melayani
Tuhan adalah suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Karena itu ia
berkomitmen untuk bekerja mati-matian demi Injil. Ke mana pun ia pergi, di mana
pun berada, dan kapan pun waktunya, tak henti-hentinya ia bersaksi tentang
salib Kristus dan juga membagikan kasih yang telah diterimanya dari Tuhan.
Meski didera oleh berbagai macam kesulitan, ujian, aniaya dan penderitaan, tak
menyurutkan langkahnya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Dalam
mengerjakan panggilan Tuhan ini Paulus tidak mencari nama besar atau pujian
dari manusia. Ia selalu memperkenalkan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan
manusia dari kuasa dosa dan maut. Jadi tujuan utamanya adalah membawa orang
sebanyak-banyaknya percaya kepada Kristus dan diselamatkan.
Seorang pelayan Tuhan sejati akan mengagungkan
dan mengutamakan Tuhan, semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Yang tak
dilupakan Paulus adalah keseimbangan antara perkataan dan perbuatan. Ia tidak
hanya berbicara, namun juga mempraktekkan apa yang dikatakannya.
"Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau
tidak baik waktunya."
2 Timotius 4:2