Thursday, November 29, 2012

God's favor upon us during 2012


Mazmur 89 : 18


 Shalom Jemaat NBCC yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, ada sebuah kisah tentang seorang montir yang mengalami tekanan-tekanan di dalam pekerjaannya. Selain upah yang tidak adil selama bertahun-tahun, ia mengalami tekanan dari rekan-rekan sekerjanya, ia sering diolok-olokan dan sering mengalami segala macam ketidak adilan lainnya. Padahal ia adalah salah satu montir yang terbaik di bengkel tersebut. Pada dasarnya Supervisor di bengkel tersebut tidak menyukainya.
Montir itu bisa saja menjadi pahit hati, dan berhenti mencari pekerjaan yang lain, atau mengembangkan sikap suka melawan dan marah terhadap orang disekelilingnya. Tetapi sebaliknya ia senantiasa melakukan pekerjaan yang terbaik, dengan mengetahui bahwa ia bekerja bukan untuk menyenangkan supervisornya, ia bekerja untuk menyenangkan Tuhan.
 Singkat cerita suatu hari pemilik perusahaan memanggilnya dan berkata bahwa ia hendak pensiun. “Selama beberapa bulan saya mencari orang yang dapat mengambil alih bisnis ini, dan saya rasa saat ini kamulah yang paling cocok menggantikan saya” Wow,….
 
Jemaat NBCC, ini adalah sebuah contoh tentang bagaimana Tuhan mendatangkan keadilan di dalam kehidupan manusia. Ini adalah salah satu cara Tuhan mengembalikan upah kepadaNya, mengubah olokan menjadi pujiannya. Dan Tuhan ingin melakukan hal yang serupa bagi Anda dan saya.

Pahamilah, kita melayani Tuhan yang ingin melakukan sesuatu yang lebih besar dari yang kita dapat minta atau pikirkan. Dia merencanakan rencana yang penuh pengharapan dalam setiap kehidupan kita. Tidak peduli bagaimana orang lain memperlakukan Anda, tetaplah kerjakan hal-hal baik, jangan sakit hati atau marah. jangan berusaha untuk membalas mereka, membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya tetaplah mengampuni, tetaplah menanggapi dengan kasih. Jika Anda melakukannya, Maka ketika saatnya tiba bagi Anda untuk dipromosikan, Tuhan akan memastikan itu akan terjadi. Ia akan memastikan Anda mendapatkan segala sesuatu yang pantas Anda dapatkan!
 
Ingatlah sebuah jamahan dari Tuhan dapat mengubah situasi-situasi Anda. Pilihlah hari ini untuk mempercayai rencana-Nya bagi kehidupan Anda, dan mulailah melakukan yang terbaik, seperti Anda melakukannya untuk Tuhan dan tetaplah berharap akan jamahan Kemurahan-Nya.

Jamahan-Nya dapat mengubah keadaan apapun dalam kehidupan kita. Kita harus percaya bahwa Dia memiliki kemurahan Ilahi yang siap Ia curahkan dalam kehidupan kita.


RENCANA TUHAN SELALU RENCANA YANG PENUH PENGHARAPAN.

Thursday, November 8, 2012

The Power of Intimacy with GOD


Shalom NBCC'ers yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, setiap kita perlu dan harus hidup intim dengan TUHAN, karena melalui keintiman dengan TUHAN kita tahu apa yang menjadi rencana dan kehendak-Nya untuk kita lakukan.

INTIM berasal dari bahasa Latin  INTUSyang  artinya di dalam.
Keintiman adalah sebuah hubungan pribadi yang begitu dalam ( kedalaman yang terdalam ) dan tidak ada satu orang pun yang mengerti selain mereka yang merasakannya. Di dalam keintiman ada rasa saling percaya, saling mengenal, tidak asing dan saling terbuka. Hubungan ini digambarkan seperti layaknya hubungan suami-istri.
Bukankah Tuhan Yesus adalah sang mempelai pria dan kita umat-Nya adalah mempelai wanita. Hal ini merupakan rahasia besar, namun bila kita mengetahuinya maka kita akan selalu menikmati hubungan kita dengan Kristus yang semakin hari semakin intim.

Keintiman kita dengan Tuhan akan membuat ”yang tidak menjadi ada ada”. Keintiman dengan Tuhan melahirkan VISI. Keintiman dengan Tuhan membuahkan sebuah kehidupan sebagaimana Yesus berkata: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup ..”   Dia yang menciptakan kita rindu supaya kita dapat mengenal dan mencintai Dia seperti Dia mencintai kita apa adanya.

Keintiman adalah suatu proses pengejaran yang terus menerus tanpa bosan dan lelah dan semakin kita intim semakin kita rindu dan semakin kita tahu bahwa kita butuh Dia. Daud pernah berkata dalam Mazmur 27:4 “Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini. Diam dirumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya”.

Hari ini, Dia Bapa kita mengundang kita untuk datang kehadirat-Nya menikmati kasih dan kemurahanNya karena didalam hadirat-Nya ada: Kemerdekaan, Janji-janji, Nasihat, Kekuatan, Pengharapan, dan jawaban atas seluruh pertanyaan kita.
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14)

Hanya kepada orang yang intim  denganNYA segala janji dan rahasia itu diberitahukan.


Wednesday, October 31, 2012

The Power of Intimacy with GOD


Ketika mempelajari tentang Doa Bapa Kami, saya dibukakan hal yang sangat mendasar tentang doa. Saya baru tersadar bahwa kuasa doa bukan terletak pada kata-kata doa, tetapi pada keintiman kita pada Tuhan. Kuasa doa tidak ditentukan oleh seberapa pintar dan seberapa puitis kita merangkai kata-kata. Kuasa doa juga tidak ditentukan oleh seberapa mantap dan seberapa lantangnya suara kita saat mengucapkan doa. Namun kuasa doa sangat tergantung pada kualitas hubungan kita dengan Tuhan. untuk alasan yang sama, Yesus mengajarkan kepada kita Doa Bapa Kami. Di kalimat awal kita menemukan suatu frase yang menarik yaitu “Bapa kami yang di sorga”. Sebutan Bapa jelas menggambarkan suatu hubungan yang berkualitas, intim dan akrab.  Semisal Anda mengirimkan kata-kata permohonan yang indah kepada Presiden, apakah menjadi jaminan bahwa permohonan Anda akan dikabulkan? Tentu saja tidak. Namun ceritanya akan berbeda jika yang meminta itu adalah anaknya. Meskipun kata-katanya sederhana dan biasa tetapi karena dia memiliki hubungan yang intim, maka apa yang dia minta akan dikabulkan.

Prinsip yang sama berlaku pada hubungan kita dengan Tuhan. Doa kita berkuasa karena kita memiliki hubungan dengan Allah Bapa kita di Sorga, bukan dari pintarnya kita merangkai kata-kata. Sayangnya banyak orang Kristen tidak memahami hal ini. Saat mereka berdoa, mereka dipusingkan dengan bagaimana caranya merangkai kata-kata yang indah, apalagi ketika mereka sedang memimpin doa di tengah-tengah orang banyak. Mereka mengabaikan hubungan mereka dengan Tuhan hanya untuk mendapatkan pujian dan keagungan. Mereka tidak menyadari bahwa doa mereka hanyalah akan menjadi sia-sia saja.

Melalui renungan pada hari ini kita diingatkan bahwa yang terutama adalah membangun hubungan personal kita dengan Tuhan. Jika kita diingatkan untuk intim dan akrab dengan Tuhan, maka tanpa kata-kata yang indah sekalipun, Dia akan menjawab doa-doa kita. Bahkan, sebelum kita mengucapkannya di dalam doa, Dia telah bekerja di dalamnya.

Masuklah dalam keintiman dengan Tuhan,
berdoalah dan alami kuasa-Nya. Tuhan memberkati

Friday, September 28, 2012

YOUR DIVINE PURPOSE


Shalom Jemaat NBCC yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, awal September kita telah belajar bahwa tujuan ilahi orang benar telah dimulai oleh Abraham dan melalui Abraham saat ini kita dapat menikmati janji dan berkat Tuhan.  Ibrani 11:8 'Karena Iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju.'

Minggu ke-2 kita belajar bahwa untuk mengerti tujuan ilahi kita harus memulainya dengan Allah. Kolose 1: 16- ‘karena di dalam Dialahtelah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.’  Rick Warren, penulis bestseller buku berjudul The Purpose Driven Life menulis demikian : Tujuan hidup Anda jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, ketenangan pikiran Anda, bahkan kebahagiaan Anda. Ini jauh lebih besar dari keluarga Anda, karir Anda bahkan mimpi-mimpi dan ambisi Anda. Jika Anda ingin tahu mengapa Anda ditempatkan di bumi ini, Anda harus memulainya dengan Allah, Anda dilahirkan oleh tujuanNya, dan untuk tujuanNya. Jadi, setiap orang percaya mempunyai tujuan ilahi dan panggilan hidup yang harus dilakukan.
Pernahkah kita merasakan kehampaan atau kekosongan dalam hidup? Kesibukan akan pekerjaan, bisnis dan pelayanan membuat kita merasa hampa dan membawa kita pada situasi jenuh, bosan, frustrasi dan stagnasi. Pernah alami hal seperti ini? Coba saat ini kita bertanya dalam hati masing-masing "untuk apakah saya ada di dunia ini? Apakah karena Tuhan iseng?  Atau hanya untuk memenuhi bumi? Atau Tuhan punya maksud lain?  Sangat jelas bahwa kita ada di bumi ini untuk suatu tujuan. Secara global Allah menciptakan manusia untuk memuliakan DIA, Sang Pencipta, tapi kepada tiap individu diberikan tujuan khusus yang lebih spesifik yang harus kita lakukan. (Baca : Kolose 3: 17,23).  
  
Hari ini kita mau belajar dari Daud yang memulai karirnya sebagai penjaga kambing domba milik ayahnya,Isai. Tidak banyak kambing dombanya hanya beberapa ekor tapi dengan setia Daud tetap menjaganya. Dia tidak menilai bahwa itu pekerjaan yang kurang mulia. Bila ada kambing dombanya yang sakit, dirawatnya dengan baik hingga sembuh, bila diserang binatang buas Daud siap melawannya, bahkan dikala senggang Daud memuji Tuhan melalui kecapinya.
Kesetiaan Daud menjaga domba telah membawanya kepada sebuah kesuksesan. Daud menjadi seorang yang berkenan di hati Allah. Naik pangkat dari penjaga domba, menjadi Raja Israel. Goal/tujuan ilahi Allah untuk Daud adalah menjadikannya Raja Israel menggantikan Saul. Apa yang dilakukan Abraham dan Daud memiliki persamaan: Perjalanan hidup mereka luar biasa, diberkati berlimpah-limpah dan nama mereka selalu diingat hingga hari ini.
Mengapa mereka bisa seperti itu? Karena mereka berada dalam tujuan ilahi yang Tuhan telah tetapkan, dan tidak melarikan diri.  


So, untuk kita bisa mengerti tujuan ilahi yang Tuhan tetapkan atas setiap pribadi ada 4 hal yang harus dilakukan :
1. Miliki keintiman dengan Tuhan setiap hari, bukan hanya saat sedang susah.
Jangan cari Tuhan sekedarnya, alami kepenuhanNya setiap hari. Hari-hari ke depan akan semakin jahat, bila kita tidak melekat erat pada Tuhan, kita akan hanyut oleh arus dunia. Anda sangat berharga di mata Tuhan, sehingga Dia mau relakan anakNya yang tunggal mati bagi kita. 

2.  Lakukan dengan setia apa yang menjadi tanggung jawab kita saat ini, dalam keluarga, pekerjaan, bisnis maupun pelayanan. Jangan meremehkan pekerjaan yang saat ini Anda lakukan. Contoh : Daud.

3.  Miliki nilai hidup yang berkualitas sebagai orang yang telah ditebus dan dibenarkan Allah. Jangan hidup seenaknya dan sembarangan, karena disekitar kita ada banyak orang yang mengamati kehidupan kita sebagai orang percaya.

4.  Belajar untuk melihat yang belum kelihatan. Berjalan dengan Iman,seperti Abraham.

Semua orang yang memiliki tujuan hidup ilahi tidak akan fokus pada kepentingan pribadi, tetapi orang banyak untuk kemuliaan Tuhan, pola pikirnya Kingdom!
Mari NBCC'ers lakukan dengan setia tugas dan tanggung-jawabmu saat ini karena itu akan membawamu kepada janji-janji Allah yang luar biasa. (PBL)

Kita adalah ciptaan Allah , dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita.








Thursday, September 13, 2012

KEMERDEKAAN SEJATI


Bacaan : Efesus 6 :13-18

           Shalom Jemaat NBCC yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, saat ini saya ingin membahas tentang kemerdekaan sejati. Pertanyaannya sekarang apakah kita sudah mengalaminya?? Memang sebagai  orang percaya kita tidak lepas dari peperangan rohani, untuk mengalami kemerdekaan yang sejati kita harus berjuang dan berperang. Melawan siapa??  Apakah melawan mertua yang galak, tetangga yang sok usil, atasan yang bawel, rekan sepelayanan yang jadi saingan terberat? BUKAN. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa “perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan roh-roh jahat di udara”(Efesus 6:12). 

Iblislah yang harus kita perangi karena ia selalu ingin menghancurkan kehidupan anak-anak Tuhan dan iblis sangat benci terhadap orang Kristen yang rajin beribadah, tekun berdoa, tekun membaca Alkitab dan aktif dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Karena itu ia selalu berusaha menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan dengan menebarkan ketakutan, kekuatiran, kekecewaan, kepahitan, kebencian, putus asa dan hal-hal negatif lainnya yang membuat kita makin ragu dan tidak percaya akan kuasa Firman Tuhan. Menghadapi pekerjaan iblis ini kita tidak boleh tinggal diam,apalagi menyerah kalah.
Untuk tampil sebagai pemenang saat berperang melawan kuasa kegelapan Rasul Paulus menasihatkan beberapa hal di dalam (Efesus 6:13-18):  

1.Berdiri tegap, artinya tidak boleh pesimis, kepala tertunduk dan takut tapi harus tegas “Bersikap sebagai laki-laki dan tetap kuat”. 

2. Berikatpinggangkan kebenaran. Pinggang adalah gambaran dari kekuatan dan semangat sedangkan sabuk yang dikenakan di pinggang berfungsi untuk menjaga agar senjata tetap pada tempatnya. Kita harus tetap hidup dalam kebenaran dan tidak berkompromi dengan dosa sedikit pun. 

3. Berbajuzirahkan keadilan. Baju zirah berfungsi untuk melindungi organ-organ vital seorang prajurit (jantung,paru-paru,hati dan sebagainya)dari serangan senjata musuh. Dengan terlindunginya organ-organ vital, seorang prajurit akan semakin yakin dalam menghadapi musuh tanpa rasa takut sedikit pun. Baju zirah keadilan menjaga dan melindungi hati dan pikiran kita dari hal-hal yang berlawanan dengan kebenaran. Hati kita harus terbebas dari kekecewaan, ketidakadilan, kepahitan, sakit hati/dendam, kebencian, motivasi yang salah dan sebagainya karena semuanya itu hanya akan merusak  persekutuan di antara umat Tuhan dan akan menjadi titik lemah yang bisa di manfaatkan iblis untuk menyerang kita. 

4. Berkasutkan kerelaan memberitakan Injil, artinya kita harus semakin giat melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala dan memiliki kehidupan yang bisa menjadi kesaksian bagi orang lain. Rasul Paulus menasehati,”Beritakan Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”(2 T imotius 4:2). Kita harus mengerjakan tugas pemberitaan Injil ini dengan sungguh-sungguh.

5. Berperisai iman. Perisai berfungsi untuk melindungi diri dari serangan musuh dan juga menggambarkan perlindungan dan keamanan. Dalam peperangan, perisai harus digunakan secara aktif. Kita pun harus memiliki iman yang aktif. Dikatakan,”Jika iman itu tidak disertai perbuatan,maka iman itu pada hakeketnya adalah mati.”(Yakobus 2:1) - HB

IMAN YANG AKTIF INILAH YANG MAMPU MELINDUNGI KITA DARI SERANGAN IBLIS.