Ketika mempelajari tentang Doa Bapa Kami, saya dibukakan hal yang sangat mendasar tentang doa. Saya baru tersadar bahwa kuasa doa bukan terletak pada kata-kata doa, tetapi pada keintiman kita pada Tuhan. Kuasa doa tidak ditentukan oleh seberapa pintar dan seberapa puitis kita merangkai kata-kata. Kuasa doa juga tidak ditentukan oleh seberapa mantap dan seberapa lantangnya suara kita saat mengucapkan doa. Namun kuasa doa sangat tergantung pada kualitas hubungan kita dengan Tuhan. untuk alasan yang sama, Yesus mengajarkan kepada kita Doa Bapa Kami. Di kalimat awal kita menemukan suatu frase yang menarik yaitu “Bapa kami yang di sorga”. Sebutan Bapa jelas menggambarkan suatu hubungan yang berkualitas, intim dan akrab. Semisal Anda mengirimkan kata-kata permohonan yang indah kepada Presiden, apakah menjadi jaminan bahwa permohonan Anda akan dikabulkan? Tentu saja tidak. Namun ceritanya akan berbeda jika yang meminta itu adalah anaknya. Meskipun kata-katanya sederhana dan biasa tetapi karena dia memiliki hubungan yang intim, maka apa yang dia minta akan dikabulkan.
Prinsip yang sama berlaku pada hubungan kita dengan Tuhan. Doa kita berkuasa karena kita memiliki hubungan dengan Allah Bapa kita di Sorga, bukan dari pintarnya kita merangkai kata-kata. Sayangnya banyak orang Kristen tidak memahami hal ini. Saat mereka berdoa, mereka dipusingkan dengan bagaimana caranya merangkai kata-kata yang indah, apalagi ketika mereka sedang memimpin doa di tengah-tengah orang banyak. Mereka mengabaikan hubungan mereka dengan Tuhan hanya untuk mendapatkan pujian dan keagungan. Mereka tidak menyadari bahwa doa mereka hanyalah akan menjadi sia-sia saja.
Melalui renungan pada hari ini kita diingatkan bahwa yang terutama adalah membangun hubungan personal kita dengan Tuhan. Jika kita diingatkan untuk intim dan akrab dengan Tuhan, maka tanpa kata-kata yang indah sekalipun, Dia akan menjawab doa-doa kita. Bahkan, sebelum kita mengucapkannya di dalam doa, Dia telah bekerja di dalamnya.
Masuklah dalam keintiman dengan Tuhan,
berdoalah dan alami kuasa-Nya. Tuhan memberkati
No comments:
Post a Comment