Wednesday, April 3, 2013

KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS MEMPERDAMAIKAN MANUSIA

Bacaan : 1 Petrus 18-19
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.


Inilah cara Yesus menebus dosa manusia yakni melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. TubuhNya dihancurkan dan darah mengalir, mulai dari kepala sampai telapak kaki. Semuanya itu di kerjakan untuk membeli kita dengan harga yang lunas dibayar. 
Jika pada jaman Perjanjian Lama, umat yang berdosa harus datang kepada imam untuk menerima pengampunan dosa, dan mereka harus membawa binatang korban untuk di persembahkan di atas mezbah korban bakaran. Namun tradisi Perjanjian lama ini digenapi oleh Tuhan Yesus dalam Perjanjian baru, dengan menjadi korban penebus dosa. Sehingga manusia yang berdosa tidak lagi minta ampun kepada Allah dengan membawa binatang kurban yang di persembahkan, tetapi Yesus menjadi korban satu kali untuk selamanya bagi penebusan dosa manusia.
Ibrani 10:10 "Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Kita ditebus bukan dengan barang fana, emas dan perak, tapi dengan darah yang mahal, yaitu darah Tuhan Yesus Kristus.

Apa yang dikatakan oleh Alkitab mengenai darah Yesus?
1. Ada pembenaran melalui darah Kristus. ( Roma 5:9)
2. Ada perdamaian melalui darah Kristus. (Roma 3:25)
3. Kita ditebus oleh darah Kristus. (Efesus 1:7)
4. Kristus memberikan Damai sejahtera melalui darah-Nya di kayu salib. (Kolose1:20)
5. Kita disucikan dari seluruh dosa oleh darah Kristus. (1 Yohanes 1:7)

Dengan kematian dan kebangkitanNya, Kristus telah memperdamaikan manusia berdosa dengan Allah di sorga. Hubungan yang pernah terputus berabad-abad lamanya telah dipulihkan oleh pengorbananNya. Setelah mengalami Anugerah Allah tersebut, apa yang harus kita lakukan? 

Mari kita belajar untuk memikul salib dan mematikan keinginan daging kita untuk mengikuti jejak Kristus. Harga nyawaNya Kristus ternyata sanggup membakar hati kita untuk menjadi murid Kristus yang berani membayar harga. 

Selamat Paskah.