ARTIKEL

Membangun Mezbah Tuhan
artinya membangun hubungan intim dengan Tuhan (berdoa, baca alkitab dsb).

Ada 4 hal dalam membangun Mezbah Tuhan:
1. ke-TAAT-an.
Setiap perintah Tuhan harus kita taati dan kita jalankan dengan sepenuh hati, tanpa adanya perbantahan (menyangsikan perintah Allah/Firman Allah).
Contoh: Bapak Abraham yang mengorbankan anaknya yang satu-satunya atas perintah Allah (Kej 22:1-19)

2. Pemisahan (PISAH).
Adakan pemisahan antara kesucian dan kenajisan (dosa), pilih kesucian dan jauhkan kenajisan (dosa).
Jauhkan cara2 duniawi yang tidak sesuai dengan Firman Allah.

3. ke-INTIM-an
Selalu melakukan pendekatan diri dengan Tuhan. Baik berdoa, baca Alkitab, memuji dan menyembah Tuhan. Juga melakukan ibadah ke gereja. 

4. Pengorbanan (KORBAN)
Berkorban untuk Tuhan (dana bangunan, dana sosial, dana natal dsb) dan tidak melakukan hitung2an dengan Tuhan. Berkorban dengan sukarela dan dengan hati bersyukur.

Semoga kita bisa melakukan untuk Membangun Mezbah Tuhan.  Tuhan memberkati.



http://blog.lilinkecil.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/life.jpg 
KETIKA IMAN 
BERTEMU TANTANGAN

 

Saat kita berhadapan dengan masalah yang ALLAH berikan, terkadang keputusasaan dan ketakutan sudah lebih dahulu melangkah dari pada iman dan keyakinan kita akan kuasa-NYA. Perasaan takut gagal dan keputusasaan mulai membuat kita memperhitungkan berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk melewati masalah itu. Dan tanpa kita sadari, kita mulai meragukan kuasa ALLAH untuk mengatasi semua masalah kita.

Kita tidak lagi memfokuskan pandangan kita pada-NYA, tetapi mulai memusatkan perhatian kita pada rasa sakit yang kita rasakan dan mulai melakukan berbagai cara untuk menghentikan rasa sakit itu. Padahal kalau kita sedikit lebih peka terhadap cara-cara yang DIA lakukan, maka kita akan menyadari kalau TUHAN memakai rasa sakit untuk mengajar, mendewasakan dan tentunya membuat kita semakin dekat dengan-NYA. Karena rasa sakit adalah jalan terbaik yang akan menuntun kita pada pertobatan..(Roma 2:4b).


Yang seharusnya kita lakukan adalah mempercayakan semua masalah kita pada-NYA dan belajar untuk meneguhkan hati kita dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Jadikanlah YESUS sebagai contoh dalam melewati masalah, lihatlah betapa DIA mampu menjadikan penderitaan yang DIA alami sebagai sesuatu yang akan berlalu dan berusaha untuk memandang penderitaan-NYA sebagai suatu proses untuk meraih sebuah kemuliaan kelak. YESUS memiliki keteguhan hati yang seharusnya kita tiru, DIA meyakini, percaya, dan tau pasti bahwa apa yang DIA alami tidak akan pernah sia-sia, bahwa semua penderitaan yang DIA alami akan berganti dengan sebuah kemuliaan kelak.

Saat kita menghadapi sebuah kesulitan, percayalah bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri, ada YESUS yang menyertai kita dalam masa-masa tersulit sekalipun, DIA tidak pernah meninggalkan kita sekalipun kita berkali-kali menyerah, YESUS tidak akan pernah menyerah untuk menyertai, menguatkan, dan menghibur disaat-saat terberat kita. Kita hanya perlu melihat semuanya dari kacamata iman bahwa semua yang kita hadapi pada akhirnya akan membuat ‘otot-otot’ rohani kita makin berkembang dan akan membuat kita makin kuat didalam DIA.
sama seperti raga kita yang membutuhkan makanan-makanan yang bergizi dan beberapa latihan fisik untuk mendapatkan tubuh yang sehat, begitu pula dengan iman kita yang membutuhkan ‘makanan-makanan’ dan latihan rohani yang akan membuat ‘otot-otot’ rohani kita berkembang dengan baik dan menghasilkan iman yang sehat didalam DIA, yang dengan sendirinya akan membuat kita kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan iman yang ada di depan kita.

Mungkin ada banyak waktu yang akan kita habiskan untuk bertahan, akan ada banyak air mata yang kita keluarkan, dan mungkin juga akan ada banyak rasa sakit yang akan kita terima, tetapi ketika kita mulai meneguhkan hati kita dan percaya bahwa YESUS tidak pernah meninggalkan kita dan selalu menyertai kita, maka kita akan memiliki cukup tenaga untuk bernyanyi di dalam tangis, tersenyum disaat kita tersakiti, dan menari disaat kita kecewa. Percayalah bahwa penyertaan YESUS lebih dari cukup untuk kita bersukacita dan tersenyum saat menghadapi rintangan hidup.
Jangan jadikan penderitaan sebagai jurang yang memisahkan kita dengan kasih YESUS, tetapi jadikanlah setiap penderitaan yang kita alami sebagai suatu jembatan iman yang akan menghubungkan kita dengan kasih YESUS yang besar. Yakinilah bahwa YESUS lebih dari cukup bagi kita untuk bersuka cita.

(…Seperti AKU menyertai musa, demikianlah AKU akan menyertai engkau ; AKU tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,……Hanya , kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, …..Bukankah telah KUperintahkan padamu : kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, ALLAH-mu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi….. Yosua 1:5b,6a,7a,9…)


Saatnya Maju

“tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Filipi 3:13-14
Tidak terasa bahwa kita sudah memasuki hari ke-3 di tahun 2013 ini.
Masa liburan natal dan tahun baru sekarang baru saja berlalu, tentunya kita sekarang kita mesti kembali lagi pada setiap aktivitas dan tugas masing-masing. Ada yang bekerja, kuliah, sekolah, dan sebagainya.

Kenangan indah tentu sangat menyenangkan untuk kita ingat, tapi bagaimana dengan kenangan yang buruk atau tidak mengenakkan kita ?
Tentunya hal ini mau tidak mau menjadi sebuah momok dalam pikiran kita yang mungkin bisa menjadi ‘gangguan’ di tengah semaraknya kita merayakan tahun baru 2013 ini.
It’s time to move on
Awal tahun yang baru ini hendaknya kita isi dengan langkah-langkah awal yang strategis untuk mencapai apa saja resolusi yang sudah kita buat untuk kita raih tahun ini.
Seburuk apapun yang terjadi di masa lalu tidak boleh membuat kita ‘lemah dan lesu’ apalagi dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Ayat diatas menunjukkan betapa Paulus sangat antusias dengan pelayanan pengiringanNya kepada Tuhan Yesus. Motivasi dan semangat yang ditunjukkan Paulus ini hendaknya menjadi bagian kita juga. Hal yang sudah berlalu jangan kita biarkan merongrong kehidupan kita saat ini.
 
Mengarahkan pandangan kedepan dan menangkap apa visi Tuhan bagi kita di tahun ini adalah langkah yang dapat membuat kita maju.
Ada sebuah kutipan seperti ini :
“iblis boleh saja merenggut masa lalu kita, tetapi dia tidak dapat merenggut masa kita sekarang ini dan juga masa depan kita, karena sekarang kita sudah berada di tangan Tuhan Yesus, dan harapan kita ada di dalam Yesus Kristus.”

Ini saatnya maju.
Bukan saatnya lagi kita sekarang ini untuk berdiam dalam kubangan lumpur masa lalu yang menyedihkan, karena sekarang kita telah berada di dalam Tuhan Yesus.

Mari maju !
Arahkan pandangan kita kedepan dan mulailah melangkah di dalam Nama Yesus Kristus.
Percaya dan Imani, bahwa ketika kita maju bersama Tuhan, masa depan yang indah dan penuh dengan harapan akan kita raih, karena apa saja yang kita percayakan dan taruh kepada Tuhan Yesus Kristus tidak akan pernah sia-sia.

Solideo,
Haleluya
sumber gambar : desrianharleni.blogspot.com




SAAT ASYIK BBM-AN
“..dengan mata yang tertuju kepada Yesus..”(Ibrani 12:2a)
Pagi itu seperti biasa aku berjalan sehat mengelilingi kompleks perumahan kami. Kuperhatikan seorang remaja yang sambil tersenyum-senyum matanya tertuju  pada “smartphone”nya dan tampak jempolnya sibuk bekerja mengetik sesuatu melalui diriku. 
Tiba-tiba di pagi yang indah itu aku mendengar teriakan anak remaja tadi yang menyusulku ternyata ia jatuh akibat terperosok ke dalam lubang got yang tengah direnovasi. Akibat terlalu asyik chatting menggunakan BBM, ia tidak memperhatikan papan kuning besar bertuliskan “Awas Ada Perbaikan Saluran Air” maupun tumpukan batu dan pasir di sekitarnya. Hingga akhirnya saat sudah terperosok, ia baru sadar akan kelengahannya.

Mungkin kita berpikir itu hal yang sedikit lucu tetapi bukankah kita juga sering terlalu asyik dengan diri kita sendiri hingga mengabaikan firman Tuhan?  Tidak selalu dosa besar yang manjauhkan diri kita dengan Tuhan. Kadang terlalu sibuk dengan usaha, kadang terlalu sibuk dengan teman atau kekasih, kadang terlalu sibuk dengan hobi dan kegiatan lainnya. 
Dalam perjalanan kehidupan kita perhatikan setiap langkah kehidupan kita, mintalah tuntunan dan bimbinganNYA agar kita tidak terperosok lebih dalam lagi.

Doa: Tuhan tolong tuntunlah langkah kehidupanku sebab ku tak dapat hidup tanpaMU. Amien

Firman Tuhan: Ibrani 12:1-4




 DOA SEORANG ANAK
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak
sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-ke ncang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,
"Ya, aku siap!".
Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju" , begitu teriak mereka.
Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati.
"Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan,
"Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua


 JANGAN MENYERAH

Setelah dua tahun mengalami suatu penyakit autoimun langka yang tiba-tiba menyebabkan kebutaan,

Lisa Fittipaldi setiap hari bangun pagi, membuka matanya dan berjalan menuju jendela ruang tidurnya. "Dan kemudian,” katanya, “menjadi jelas bagiku, seperti seember es dituangkan ke atas kepalaku, bahwa aku tidak dapat melihat. Aku segera merasa ketakutan.”

Demi memberi semangat kepada Lisa, suaminya, Al, mendorong Lisa untuk menemukan asalan untuk hidup, namun semuanya seperti sia-sia. Hingga di tahun 1995, setelah mempelajar bahwa para ahli psikologi menyarankan seni sebagai terapi depresi, ia membeli seperangkat cat air. “Saya berikan kepadanya dan berkata ‘Aku tak peduli dengan apa yang akan kaulakukan – pokoknya lakukan sesuatu!’” cerita Al. Marah dengan apa yang Lisa sebut ketidakpekaan suaminya, Lisa yang belum pernah melukis sebelumnya membuat sketsa sebuah lukisan dari ingatannya tentang empat botol kaca dengan empat warna. Ia berhasil menangkap indahnya gabar itu dengan ketajaman yang luar biasa.


Al takjub dengan kebangkitan dalam diri Lisa, sehingga ia mendorongnya untuk mendaftar ke kelas pengajaran seni selama dua minggu di Louisiana Tech University di Ruston, Louisiana. Disanalah Lisa belajar tehnik-tehnik dasar melukis begitu juga dengan strategi menghafalkan peralatan lukisnya dan menciptakan garis besar lukisannya. Dengan mengabaikan nasihat orang-orang tentang kebutaannya yang menyarankannya untuk mengambil jalur abstrak, Lisa memilih gaya melukis realis. Gurunya kagum dengan kemampuannya menangkap “semangat batin sejati” dari subjek lukisannya.

Tiga tahun kemudian, suaminya mengisimkan sejumlah karyanya ke beberapa galeri seni, yang akhirnya menarik perhatian Florence Art Galleries di Dallas, Texas. Pada pameran pertamanya, Lisa berhasil menjual ke empat belas lukisannya sehingga merintis jalan keberhasilannya. Lukisannya, terutama cat air dan minya, sekarang ini tergantung di lebih dari tiga puluh galeri di seluruh dunia.

Kisah Lisa Fittipaldi mengingatkan kita bahwa jika Tuhan mengijinkan sesuatu yang buruk menimpa hidup kita, Ia pasti memiliki rencana yang indah dibaliknya. Untuk itu jangan kita kecewa, marah atau putus asa. Jangan pernah putus asa kepada diri kita sendiri ataupun kepada mereka yang mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya.

No comments:

Post a Comment