Sunday, October 16, 2011

Power of Influence

“Pengaruh...” setiap orang ingin memberikan pengaruh dan ingin dipengaruhi.  Siapa yang tidak bangga bila orang lain menerima ide, mengadopsi pemikiran bahkan meniru tingkah laku mereka.  Puluhan buku ditulis tentang bagaimana menjadi orang yang berpengaruh, bagaimana menyampaikan ide sehingga orang dapat menerimanya, dan berbagai judul yang intinya cara-cara membawa masuk pengaruh kita dalam kehidupan orang lain. Tetapi orang juga membutuhkan dan menginginkan orang lain memberikan pengaruhnya pada mereka.  Orang membutuhkan mentor, pembimbing atau sekedar orang lain yang memberikan inspirasi bagi kehidupan mereka.  Tidak jarang, orang ingin bertemu langsung dan “berguru” dengan seseorang yang mereka idolakan.  Pada kenyataannya, kehidupan kita adalah rangkaian pengaruh yang kita terima dari orang-orang di sekitar kita sepanjang kehidupan kita. 
Apa definisi pengaruh?  Apakah orang yang duduk di posisi tertentu atau memiliki sejumlah harta tertentu yang dianggap sebagai orang yang sukses yang dapat mempengaruhi dunia?  Untunglah bukan posisi atau harta yang menentukan berapa besar pengaruh seseorang, walaupun kedua hal itu ada peranannya.  Ruth merupakan sebuah contoh “silent influence”.  Ia tidak banyak bicara, tidak memiliki kedudukan tinggi, tanpa harta berlimpah, tetapi orang melihat dan merasakan pengaruhnya.  Pada akhirnya Ruth menjadi bagian dari silsilah nenek moyang Tuhan Yesus.  Bila tidak diukur atau didefinisikan dengan “harta” dan “tahta” lalu apa definisi pengaruh?  Mungkin definisi sederhana dari pengaruh yang ilahi ialah: Yesus Kristus yang mengalir melalui kehidupan kita.  Saat kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh orang, komunitas, kota dan bangsa kita melalui kehidupan kita, saat itulah kita telah mempengaruhi dunia.

Saat kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh orang, komunitas, kota dan bangsa kita melalui kehidupan kita, saat itulah kita telah mempengaruhi dunia.

Pengaruh merupakan tema penting dalam Firman Tuhan.  Kerajaan Allah diumpamakan seperti ragi yang mempengaruhi seluruh adonan.  Bahkan sebenarnya, Yesus telah mengutus kita untuk menjadi pengaruh bagi dunia ini:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangas murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu...” (Matius 28:19-20)
Pengaruh Kerajaan Allah yang dinyatakan oleh para pemimpin dan umat Kristiani perlu dirasakan oleh dunia.  Pengaruh positif kita penting bagi dunia karena Allah mendemonstrasikan pengaruhnya pada dunia melalui kita.  Di ayat di atas pula Yesus memberikan strategi untuk mempengaruhi dunia, yaitu dengan cara memuridkan.

Allah mendemonstrasikan pengaruhnya pada dunia melalui kita.


Dunia diwarnai oleh pengaruh orang-orang tertentu.  Siapa yang tidak kenal Bill Gates pemilik Microsoft, program-program computernya dipakai oleh orang di seluruh dunia.  Siapa yang tidak dengar tentang Mahatma Gandhi, seorang pemimpin dunia dari India.  Buku-buku ditulis dan film dibuat tentang dirinya.  Mereka adalah bagian dari daftar orang-orang yang mempengaruhi dunia.  Namun demikian, mungkin 2 atau 3 generasi di bawah kita tidak lagi mendengar nama mereka.  Seperti juga kita tidak ingat atau tidak mendengar tentang nama-nama tokoh tahun 1800-an.

Dalam Alkitab ada pula nama-nama tokoh berpengaruh.  Contohnya, Rasul Paulus yang menulis 2/3 dari seluruh kitab Perjanjian Baru, atau Musa yang Tuhan pakai untuk menyampaikan 10 perintah Allah bagi umat manusia.  Berbeda dengan tokoh-tokoh dunia, tokoh-tokoh Alkitab ini memiliki pengaruh lebih lama dari sekedar 2 atau 3 generasi.  Mungkin dapat dikatakan pengaruh mereka terbawa dalam kekekalan.  Dan tentunya, ada “Seseorang” yang mempengaruhi seluruh manusia di dunia dengan sangat dahsyat, bahkan pengaruhnya mencakup orang-orang yang lahir (generasi-generasi) sebelum “Orang ini” lahir.  Ia adalah Yesus Kristus.  Ia merupakan contoh pengaruh yang tak terbatas.  Bila Anda rindu untuk mempengaruhi dunia, dan membawa pengaruh itu lebih dari satu generasi saja, maka Yesus adalah panutan bagi Anda. 

Beberapa hal yang membuat Yesus menjadi pribadi yang sangat berpengaruh adalah:

1. Yesus mengorbankan diri-Nya.
Pengaruh dalam kamus Yesus sama artinya dengan berkorban.  Berapa besar pengaruh Anda pada seseorang sebanding dengan berapa besar pengorbanan yang Anda berikan baginya.  Baik itu pengorbanan waktu, tenaga maupun keuangan.  Orang akan melihat kasih Anda melalui pengorbanan yang Anda berikan, dan mereka terbuka untuk apa yang akan Anda katakan, seperti kata pepatah “people do not care what you know, until they know that you care.”  Rumus Yesus untuk mempengaruhi orang lain adalah: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Markus 10:43-44). 
People don’t care what you know
untuk they know that you care

2. Yesus memiliki integritas yang tinggi.
Anda dapat mempengaruhi orang lain bila mereka percaya pada Anda (percaya pada apa yang Anda katakan atau sarankan).  Namun, untuk dapat dipercaya orang lain, Anda perlu kredibilitas, dan kredibilitas didapatkan melalui kehidupan yang penuh integritas.  Siapa yang mau percaya pada pembohong, atau orang yang kehidupannya tidak selaras dengan ucapannya.  Anda perlu mengembangkan kehidupan yang penuh integritas untuk dapat mempengaruhi orang lain.
To be persuasive we must believable
To be believable, we must be credible
To be credible, we must be truthful

3. Yesus percaya pada orang lain.
Bagi kebanyakan orang, termasuk bagi saya pribadi, sulit untuk mempercayai orang yang pernah mengkhianati saya.  Namun, Yesus percaya pada Petrus yang menyangkal-Nya tiga kali, dan pada murid-murid lainnya yang bersembunyi saat Yesus disalib.  Tetapi karena kepercayaan itulah Petrus berubah.  Ia diminta untuk menggembalakan domba-domba-Nya, dan Petrus hidup untuk memenuhi harapan Gurunya.  Tiga ribu orang bertobat melalui kotbah Petrus, dan mereka hanya sebagian saja dari sejumlah besar orang yang dipengaruhi oleh Petrus.

4. Yesus mendengarkan orang lain.
Mungkin kita berpikir bahwa orang yang mempengaruhi orang lain adalah mereka yang paling banyak berbicara.  Pengaruh orang sejalan dengan berapa banyak kata-kata yang mereka keluarkan.  Namun sebaliknya, pengaruh berarti mendengarkan, bersimpati, dan meresponi orang lain.  Yesus mendengarkan tangisan Maria dan Martha saat saudara mereka meninggal.  Ia meresponi keraguan Tomas akan kebangkitan-Nya dengan kesabaran dan kasih. Ketika orang merasa bahwa pemimpin mereka tidak lagi mendengar atau memberikan respon, mereka akan pergi darinya. 
When people feel that their leader no longer listens or responds,
they will go somewhere else.

5. Yesus mendorong dan menguatkan orang lain.
Dengarkan kata-kata ini: “jangan takut...”, “janganlah kuatir...”, “janganlah gelisah hatimu...”, “...Aku telah mengasihi kamu...”, “teguhkanlah hatimu...”  Bagaimana perasaan Anda mendengarkan perkataan-perkataan ini?  Kata-kata Yesus ini seumpama angin segar bagi yang mendengarkannya.  Tidak heran bila orang banyak mengikut Yesus dan berubah karena perkataan-perkataan iman dan dorongan yang diberikan Yesus kepada mereka.

Anda akan mempengaruhi orang yang mungkin tidak pernah Anda lihat.  Anda akan mengubah generasi-generasi setelah Anda.  Anda akan memberi warna pada dunia.  Ingat, pengaruh Anda akan Anda pertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Pengaruh lebih berupa tanggung jawab yang besar dari pada sebuah kehormatan.  Dan pengaruh kita berakar dari hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana Kristus dapat mengalir melalui kehidupan kita.  Mari kita membawa pengaruh positif bagi dunia, membagikan kehidupan Kristus pada mereka. 

Pengaruh kita berakar dari hubungan kita dengan Tuhan.

By : Ps. Jimmy Oentoro
Founder IFGF GISI Worldwide

Tuesday, October 11, 2011

Hidup Yang Berkemenangan

Roma 8:37-39.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita.

Kenapa sering kali,sukar sekali untuk mengajar dan mengajak umat Tuhan untuk hidup dalam kemenangan di dalam Kristus Yesus?
Sesuatu di tanyakan, pergumulan dihadapkan, di coba dijelaskan, tapi rasanya tidak terlalu simple untuk mengajar orang Kristen hidup dalam kebenaran.
Banyak di antara mereka gagal, kalah dan jatuh ke dalam berbagai pencobaan. tetapi Firman Tuhan berkata: bahwa saudara dan saya adalah orang2 yang menang. Dan di dalam pertandingan apapun juga hanya ada satu yang tampil sebagai pemenang, itulah saudara. Oleh sebab itu mari kita latih hidup kita sedemikian rupa seperti seorang olahragawan yang sedang berlatih.

Kunci untuk memperoleh kemenangan di dalam hidup kita?

1.       Belajar Firman dan hidupi Firman itu.
Yosua 1:8.janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati2 sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya. Sebab dengan demikian perjalanmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Saudara harus belajar dan makan Firman seperti seorang Hamba Tuhan yang sedang belajar Firman. Porsi rohaninya  harus sama maka hasil yang di terimapun akan sama. Kalau tubuh jasmani kita saja membutuhkan makanan 3x sehari demikian juga tubuh rohani kita membutuhkan makanan(FIRMAN). Selama ini iblis membodohi kita bahwa hanya pendeta yang belajar dan mengali Firman Tuhan dan jemaat hanya mendengarkan saja sehingga rohani mereka sangat dangkal sekali. waktu masalah datang mereka bingung dan tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. Oleh sebab itu saudara harus kuat dan berakar di dalam Firman Tuhan sehingga saudara keluar sebagai pemenang.

2.       Miliki mentalitas seorang pemenang.
Sejak jepang  (Hirosima dan Nagasaki) dibombardir oleh Amerika pada 1945, Negara ini seakan-akan sedang melawati masa-masa kelam. Kesedihan mendalam karena kehilangan anggota keluarga yang dicintai dan pekerjaan telah membuat sindrom ketakutan.
Jepang bukanlah salah satu Negara industri maju dalam tempo yang sangat singkat saat ini jika Jepang tidak bangkit dari kesedihan dan hanya menyesali nasib. Sayangnya, Bangsa kita belum memiliki semangat itu. Generasi setelah generasi 45 tidak memiliki itu. Semangat meleleh seperti coklat. Semangat pantang menyerah, penuh perjuangan, tidak kenal lelah, seakan –akan di telan waktu. Orang2 kehilangan rasa itu. Mereka yang dapat mengadopsi semangat itu akan menikmati hasilnya: Keberhasilan, Kesuksesan, Kebahagiaan.

Dalam 2 Tim 2:3-6, Rasul Paulus menggambarkan dirinya dengan 3 kriteria. Saya menyebutnya 3 kriteria seorang pemenang:

1.                  1. Prajurit.
Prajurit tidak memusingkan diri dengan hal2 sepele dan tidak berguna. Mereka tidak membuang waktu dengan hal yang sia2.

2. Olahragawan,
Musuh olahragawan adalah sikap tidak disilpin. Tidak ada olahragawan yang sukses dan menolehkan nama di kanvas sejarah hanya dengan tidur2an atau di Mall saat olahragawan lain berlatih.

3. Petani.
ayat 6 menggambarkan secara langsung proses petani yang berhasil adalah dengan bekerja keras dan mengusahakan. Allah juga menyuruh Adam untuk mengusahakan taman di eden. Ishak menjadi kayak karena menabur. Kata menabur sama dengan bercocok tanam. Ada unsur kerja dan berusaha. Ada keringat yang mengucur membasahi tanah. Kemalasan harus di lawan dengan kerja keras. Seseorang tidak akan keluar dari kemalasan hanya dengan berdoa. Anda harus bertindak.
Cara ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit, berdiri, dan menghampiri orang2 yang tekun dan semangat melakukan sesuatu. Manusia yang optimis, berambisi, positive thinking, memiliki tujuan hidup akan memancarkan aura positif kepada apapun dan siapapun di sekelilingnya.
  
4.    Iman mengalahkan persoalan sebesar apa pun.
Dari 12 orang pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah kanaan,10 orang di antaranya membawa kabar buruk. Kata mereka “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat disana adalah orang2 yang tinggi perawakannya. Juga kami lihat disana orang2 raksasa, orang enak yang berasal dari orang2 raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:32-33). Mereka sangat pesimis bisa masuk ke Kanaan! Adalah mustahil untuk bisa mengalahkan raksasa-raksasa,pikirnya. Tetapi Kaleb berkata,Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya. Raksasa berbicara tentang masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Tak perlu takut menghadapi persoalan yang ada karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa dan didalam Dia kita lebih dari pemenang, dan bersama Yesus kita dapat melakukan perkara yang besar.

Ada beberapa kalimat tentang DNA seorang pemenang:
Pemenang berfokus mencapai sukses; Pecundang berfokus menghindari kegagalan.
Pemenang membantu orang lain mencapai sukses agar dirinya juga sukses; pecundang hanya bisa mengkritik orang lain agar merasa hebat dan kelihatan lebih baik. 
Pemenang mencari solusi dan memecahkan masalah; Pecundang membicarakan masalah dan tidak berbuat apa2.
Pemenang menganggap kesulitan adalah tantangan dan berhasil menaklukannya; Pecundang menganggap kesulitan adalah akhir dari segalanya dan alasan untuk menyerah.
Pemenang bersedia mencari kebenaran walaupun terasa menyakitkan sesaat; Pecundang hidup penuh kepalsuan asal tidak ada orang lain yang tahu.
Pemenang termotivasi oleh target; Pecundang tidak memiliki target apa pun.

Salam Pemenang !!