Roma 8:37-39.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita.
Kenapa sering kali,sukar sekali untuk mengajar dan mengajak umat Tuhan untuk hidup dalam kemenangan di dalam Kristus Yesus?
Sesuatu di tanyakan, pergumulan dihadapkan, di coba dijelaskan, tapi rasanya tidak terlalu simple untuk mengajar orang Kristen hidup dalam kebenaran.
Banyak di antara mereka gagal, kalah dan jatuh ke dalam berbagai pencobaan. tetapi Firman Tuhan berkata: bahwa saudara dan saya adalah orang2 yang menang. Dan di dalam pertandingan apapun juga hanya ada satu yang tampil sebagai pemenang, itulah saudara. Oleh sebab itu mari kita latih hidup kita sedemikian rupa seperti seorang olahragawan yang sedang berlatih.
Kunci untuk memperoleh kemenangan di dalam hidup kita?
1. Belajar Firman dan hidupi Firman itu.
Yosua 1:8.janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati2 sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya. Sebab dengan demikian perjalanmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Saudara harus belajar dan makan Firman seperti seorang Hamba Tuhan yang sedang belajar Firman. Porsi rohaninya harus sama maka hasil yang di terimapun akan sama. Kalau tubuh jasmani kita saja membutuhkan makanan 3x sehari demikian juga tubuh rohani kita membutuhkan makanan(FIRMAN). Selama ini iblis membodohi kita bahwa hanya pendeta yang belajar dan mengali Firman Tuhan dan jemaat hanya mendengarkan saja sehingga rohani mereka sangat dangkal sekali. waktu masalah datang mereka bingung dan tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. Oleh sebab itu saudara harus kuat dan berakar di dalam Firman Tuhan sehingga saudara keluar sebagai pemenang.
2. Miliki mentalitas seorang pemenang.
Sejak jepang (Hirosima dan Nagasaki) dibombardir oleh Amerika pada 1945, Negara ini seakan-akan sedang melawati masa-masa kelam. Kesedihan mendalam karena kehilangan anggota keluarga yang dicintai dan pekerjaan telah membuat sindrom ketakutan.
Jepang bukanlah salah satu Negara industri maju dalam tempo yang sangat singkat saat ini jika Jepang tidak bangkit dari kesedihan dan hanya menyesali nasib. Sayangnya, Bangsa kita belum memiliki semangat itu. Generasi setelah generasi 45 tidak memiliki itu. Semangat meleleh seperti coklat. Semangat pantang menyerah, penuh perjuangan, tidak kenal lelah, seakan –akan di telan waktu. Orang2 kehilangan rasa itu. Mereka yang dapat mengadopsi semangat itu akan menikmati hasilnya: Keberhasilan, Kesuksesan, Kebahagiaan.
Dalam 2 Tim 2:3-6, Rasul Paulus menggambarkan dirinya dengan 3 kriteria. Saya menyebutnya 3 kriteria seorang pemenang:
1. 1. Prajurit.
Prajurit tidak memusingkan diri dengan hal2 sepele dan tidak berguna. Mereka tidak membuang waktu dengan hal yang sia2.
2. Olahragawan,
Musuh olahragawan adalah sikap tidak disilpin. Tidak ada olahragawan yang sukses dan menolehkan nama di kanvas sejarah hanya dengan tidur2an atau di Mall saat olahragawan lain berlatih.
3. Petani.
ayat 6 menggambarkan secara langsung proses petani yang berhasil adalah dengan bekerja keras dan mengusahakan. Allah juga menyuruh Adam untuk mengusahakan taman di eden. Ishak menjadi kayak karena menabur. Kata menabur sama dengan bercocok tanam. Ada unsur kerja dan berusaha. Ada keringat yang mengucur membasahi tanah. Kemalasan harus di lawan dengan kerja keras. Seseorang tidak akan keluar dari kemalasan hanya dengan berdoa. Anda harus bertindak.
Cara ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit, berdiri, dan menghampiri orang2 yang tekun dan semangat melakukan sesuatu. Manusia yang optimis, berambisi, positive thinking, memiliki tujuan hidup akan memancarkan aura positif kepada apapun dan siapapun di sekelilingnya.
4. Iman mengalahkan persoalan sebesar apa pun.
Dari 12 orang pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah kanaan,10 orang di antaranya membawa kabar buruk. Kata mereka “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat disana adalah orang2 yang tinggi perawakannya. Juga kami lihat disana orang2 raksasa, orang enak yang berasal dari orang2 raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:32-33). Mereka sangat pesimis bisa masuk ke Kanaan! Adalah mustahil untuk bisa mengalahkan raksasa-raksasa,pikirnya. Tetapi Kaleb berkata,Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya. Raksasa berbicara tentang masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Tak perlu takut menghadapi persoalan yang ada karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa dan didalam Dia kita lebih dari pemenang, dan bersama Yesus kita dapat melakukan perkara yang besar.
Ada beberapa kalimat tentang DNA seorang pemenang:
Pemenang berfokus mencapai sukses; Pecundang berfokus menghindari kegagalan.
Pemenang membantu orang lain mencapai sukses agar dirinya juga sukses; pecundang hanya bisa mengkritik orang lain agar merasa hebat dan kelihatan lebih baik.
Pemenang mencari solusi dan memecahkan masalah; Pecundang membicarakan masalah dan tidak berbuat apa2.
Pemenang menganggap kesulitan adalah tantangan dan berhasil menaklukannya; Pecundang menganggap kesulitan adalah akhir dari segalanya dan alasan untuk menyerah.
Pemenang bersedia mencari kebenaran walaupun terasa menyakitkan sesaat; Pecundang hidup penuh kepalsuan asal tidak ada orang lain yang tahu.
Pemenang termotivasi oleh target; Pecundang tidak memiliki target apa pun.
Salam Pemenang !!
No comments:
Post a Comment